Malinau, KTV – Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan diharapkan menjadi ruang yang mampu menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat kemampuan literasi, khususnya bagi anak-anak.
Hal tersebut disampaikan Perencana Ahli Pertama Direktorat Agama, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Bappenas, Setiadi Sulaiman, dalam Forum Konsultasi Publik Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi Perpustakaan Sekolah dan Madrasah yang digelar di Ruang Laga Feratu, Rabu (2/9/2026).
Setiadi mengatakan, forum tersebut menjadi langkah penting dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan literasi, khususnya dalam pengembangan perpustakaan sekolah dan madrasah.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik, tidak hanya sebagai tempat menyimpan koleksi buku, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan.
“Perpustakaan bukan hanya tempat menaruh buku, tetapi bagaimana perpustakaan bisa meningkatkan minat baca dan memperkuat kemampuan literasi masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya.
Ia menilai, penyusunan peta jalan revitalisasi perpustakaan sekolah dan madrasah membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Kehadiran unsur pemerintah pusat, Perpustakaan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah hingga perangkat daerah terkait menjadi bukti bahwa peningkatan literasi merupakan tanggung jawab bersama.
“Urusan literasi dan perpustakaan tidak bisa hanya mengandalkan pusat, dan daerah juga tidak bisa bergerak sendiri. Kita perlu berkolaborasi dan bersinergi,” katanya.
Melalui forum konsultasi publik tersebut, Bappenas berharap dapat menghimpun berbagai masukan dan menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah dan madrasah.
Setiadi berharap, hasil dari pertemuan ini nantinya tidak hanya menjadi sebuah perencanaan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan literasi masyarakat dan dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Malinau. (**)








