telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Pertahankan Konektivitas Pedalaman, Bandara Nunukan Siaga Pantau Kabut Asap

Nunukan, KTV – Konektivitas udara menuju wilayah pedalaman dan perbatasan terus menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan.

Untuk memastikan masyarakat tetap terhubung, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Nunukan terus meningkatkan pemantauan kondisi cuaca dan jarak pandang demi menjaga keselamatan serta kelancaran penerbangan.

Hingga Rabu (2/9/2026), aktivitas penerbangan dari Bandara Nunukan menuju sejumlah wilayah pedalaman masih berjalan normal.

Kondisi tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat di wilayah yang selama ini mengandalkan transportasi udara sebagai salah satu akses utama menuju pusat pelayanan dan daerah lainnya.

Teknisi Penerbangan Terampil sekaligus anggota Pengawas Internal Bandara Nunukan, Nandus, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi visibility atau jarak pandang.

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan kondisi udara akibat kabut asap yang dapat memengaruhi aktivitas penerbangan.

“Untuk update data per tanggal 2 September 2026, penerbangan masih aman dan lancar, tidak ada kendala. Kami juga selalu meng-update visibility atau jarak pandang setiap hari demi kepentingan penerbangan di Nunukan,” ujar Nandus, Rabu (2/9/2026)

Menurutnya, kondisi jarak pandang di Bandara Nunukan sempat mengalami penurunan dalam dua hingga tiga hari sebelumnya hingga berada di angka sekitar 1.500 meter.

Kondisi tersebut langsung menjadi perhatian petugas bandara untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu operasional penerbangan.

Namun, kondisi tersebut berangsur membaik, jarak pandang kembali meningkat sehingga penerbangan dapat terus berlangsung dengan normal.

“Memang sempat dua atau tiga hari yang lalu visibility kita berada di angka 1.500 meter. Itu sudah diantisipasi oleh bandara dengan berbagai kemungkinan. Syukurnya kemudian semuanya kembali normal dan visibility sudah di atas 3.000 meter,” jelasnya.

Meski kondisi di Nunukan masih memungkinkan aktivitas penerbangan berjalan normal, pemantauan terus dilakukan mengingat kabut asap juga memengaruhi sejumlah wilayah di sekitarnya.

Nandus mengatakan, selain melakukan pemantauan internal, UPBU Kelas III Nunukan juga terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia atau Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Cabang Nunukan.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan kondisi cuaca dan ruang udara dapat segera diketahui sebagai dasar dalam menjaga keselamatan operasional penerbangan.

“Untuk sementara ini semuanya masih berjalan dengan lancar. Kami senantiasa berkoordinasi dengan LPPNPI Nunukan dan dari mereka juga menginformasikan bahwa kondisi masih baik-baik saja untuk saat ini,” katanya.

Pada Rabu (2/9/2026), penerbangan dari Bandara Nunukan menuju wilayah pedalaman tetap dijadwalkan beroperasi.

Dua penerbangan menuju Long Layu dan Long Bawan masing-masing dijadwalkan pada pukul 08.00 WITA dan 11.00 WITA menggunakan pesawat Susi Air. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top