telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Malinau Menjadi Contoh Nasional Pengembangan Literasi Berbasis Kolaborasi

Malinau, KTV – Kabupaten Malinau kembali mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil mengembangkan gerakan literasi berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Inovasi Bidang Pengembangan Ekosistem Subnasional, Ir. Handoko Widagdo, M.A., dalam Forum Konsultasi Publik Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi Perpustakaan Sekolah dan Madrasah yang digelar di Ruang Laga Feratu, Rabu (2/9/2026).

Handoko mengatakan, kehadiran tim dari Bappenas, Perpustakaan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, dan Inovasi di Malinau bertujuan untuk belajar dari praktik baik yang telah dilakukan daerah dalam mengembangkan literasi.

Menurutnya, Malinau memiliki pendekatan menarik karena pengembangan literasi tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana baru, tetapi mampu memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia.

“Di Malinau, kami melihat contoh yang sangat baik. Program literasi tidak dimulai dari menunggu sarana dan prasarana lengkap, tetapi dari bagaimana memanfaatkan apa yang sudah ada,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi kekuatan utama gerakan literasi di Malinau. Tidak hanya Dinas Pendidikan dan sekolah, masyarakat juga turut mengambil peran melalui keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Kolaborasi antara sekolah dan TBM dinilai mampu memberikan dukungan tambahan bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan dalam proses belajar.

Selain itu, dukungan Pemerintah Kabupaten Malinau terhadap para pegiat literasi, baik melalui pembinaan maupun penganggaran, menjadi salah satu contoh sinergi yang diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.

Melalui forum tersebut, Handoko berharap pengalaman Malinau dapat memberikan masukan dalam penyusunan peta jalan revitalisasi perpustakaan sekolah dan madrasah.

Dengan demikian, program revitalisasi tidak harus menunggu fasilitas lengkap, melainkan dapat segera berjalan dengan memanfaatkan potensi dan sarana yang sudah tersedia sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh para siswa. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top