Malinau, KTV – Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H., bersama jajaran pejabat daerah melaksanakan silaturahmi dan audiensi dengan mahasiswa asal Kabupaten Malinau yang menempuh pendidikan di Samarinda, Kamis (23/4/2026).
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya mahasiswa tetap fokus pada tujuan utama menempuh pendidikan. Ia mengingatkan agar para mahasiswa tidak terlibat dalam dinamika sosial maupun kepentingan lokal di Kota Samarinda, mengingat status mereka sebagai warga Kabupaten Malinau yang sedang menuntut ilmu.
“Fokus utama kalian adalah belajar dan meraih cita-cita. Kalian berada di Samarinda hanya sementara, jadi jangan ikut dalam hal-hal yang bukan menjadi tanggung jawab kalian,” tegasnya.
Wempi juga menegaskan bahwa Program Desa Sarjana merupakan bentuk kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat Malinau. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk bertanggung jawab dalam memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Dana yang kalian terima adalah amanah dari rakyat. Gunakan sesuai tujuan, jangan disalahgunakan. Keberhasilan kalian adalah bentuk pertanggungjawaban,” ujarnya.
Selain itu, Bupati turut menyampaikan kepedulian terhadap kondisi mahasiswa, termasuk salah satu peserta program yang mengalami kecelakaan. Ia memastikan pemerintah daerah hadir tidak hanya dalam bentuk dukungan pendidikan, tetapi juga perhatian terhadap kondisi mahasiswa di perantauan.
Wempi juga memberikan motivasi agar mahasiswa menjadi generasi penerus yang mampu membangun daerah. Ia berharap ke depan, putra-putri Malinau dapat mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan maupun sektor lainnya.
“Kelak, kalianlah yang akan memimpin Malinau. Maka persiapkan diri dengan baik dari sekarang,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, sejumlah mahasiswa juga menyampaikan pertanyaan dan aspirasi, di antaranya terkait kelanjutan program pendidikan profesi, peluang melanjutkan studi ke jenjang S2, hingga dukungan data penelitian terkait Program Desa Sarjana.
Menanggapi hal itu, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mempertimbangkan kebutuhan lanjutan pendidikan, khususnya bagi program studi yang memang mensyaratkan jenjang profesi. Sementara itu, untuk rencana studi lanjutan S2, akan dikaji sesuai kebutuhan daerah dan ketentuan yang berlaku.
Terkait penelitian, Wempi membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengangkat Program Desa Sarjana sebagai objek skripsi, dengan dukungan data dari dinas terkait, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Di akhir pertemuan, Bupati kembali mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap, menjauhi pergaulan negatif, serta terus semangat dalam menempuh pendidikan.
“Kalian tidak sendiri. Kami selalu mendoakan dan mendukung kalian agar sukses dan kembali membangun daerah,” tutupnya. (**)








