Tanjung Selor, KTV – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menyusun rancangan perencanaan pembangunan jalan di kawasan perbatasan.
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., memimpin rapat koordinasi pembahasan jalan kawasan perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau. Rapat digelar di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (23/1).
Wagub Ingkong menyatakan bahwa Apau Kayan memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan negara serta potensi pengembangan ekonomi, pertanian, pariwisata, dan energi terbarukan.
“Perencanaan jalan tidak hanya untuk akses transportasi, melainkan juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wagub Ingkong.
Pemprov Kaltara merencanakan pembangunan lima ruas jalan di kawasan perbatasan Apau Kayan. Ruas jalan tersebut mencakup Jalan Sei Jelarai-Sei Tebuhuk-Sei Kihan dan Jalan Sei Jelarai-Desa Long Payau-Long Ampung di Kecamatan Kayan Hulu.
Juga direncanakan pembangunan Jalan Desa Long Temuyat-Lubak Ungai-Air Terjun yang berada di Kecamatan Kayan Hulu.
Sementara itu, di Kecamatan Kayan Selatan akan dibangun Jalan Desa Long Ampung-Jalan Desa Long Uro. Adapun di Kecamatan Kayan Hilir, pembangunan jalan direncanakan pada ruas Jalan Long Top-Long Sule hingga batas Provinsi Kaltara dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan jalan ini bertujuan membuka akses desa yang masih terisolasi, memperpendek jarak antarwilayah, serta mendukung rencana Daerah Otonomi Baru (DOB) Apau Kayan.
Jalan tersebut juga diharapkan menunjang pengembangan pariwisata dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
“Pembangunan jalan ini diharapkan dapat membuka akses antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan,” tambahnya.
Ingkong menyatakan bahwa sebagian ruas jalan berada di kawasan hutan lindung, sehingga masih memerlukan kajian lanjutan dan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Kaltara.
“Melalui rapat ini, saya berharap dapat dicapai kesepakatan terkait status dan fungsi jalan, agar rencana pembangunan jalan di kawasan Apau Kayan dapat masuk dalam perencanaan resmi dan menjadi prioritas pembangunan,” tutupnya. (dkisp)








