Nunukan, KTV – Mewakili Bupati Nunukan, Camat Nunukan Selatan Sahaluddin menghadiri Panen Jagung Perdana yang diselenggarakan Kelompok Tani Merah Putih Nunukan binaan Dewan Pengurus Pusat Komunitas Etnis Indonesia Bersatu (DPP-KIB), bertempat di Jalan Eks Bandara RT 07, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kamis (14/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sahaluddin menyampaikan apresiasi Pemerintah Daerah kepada DPP KIB Kalimantan Utara atas terselenggaranya kegiatan panen jagung perdana tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi penyemangat sekaligus pemacu bagi masyarakat dalam mendukung gerakan ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus pemerintah.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sejak dilantik telah menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu sektor prioritas nasional. Hal itu dinilai wajar karena ketahanan pangan ke depan menjadi bagian penting dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara.
“Di masa depan, ketahanan pangan menjadi hal utama yang harus dikerjakan dan diprioritaskan oleh seluruh entitas di dunia, baik negara, organisasi internasional, organisasi non pemerintah, hingga korporasi kelas dunia. Semua telah memprediksi bahwa ketahanan pangan menjadi isu krusial,” jelas Sahaluddin.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga terus mendukung program ketahanan pangan melalui kebijakan 17 arah baru menuju perubahan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pupuk, bibit tanaman, alat tangkap perikanan, pembangunan jalan usaha tani, hingga bantuan alat dan mesin pertanian.
“Saya berharap sinergi ini terus kita bangun dan tingkatkan, sehingga program ketahanan pangan dapat menjadi salah satu garda terdepan dalam memperkuat ketahanan nasional di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPP KIB Kalimantan Utara, Muhammad Andi Lempong, berharap pemerintah terus hadir dalam mendukung para petani melalui penyediaan bibit unggul, pupuk yang mudah diakses, alat pertanian modern.
Selain itu ia juga menyoroti pentingnya setiap desa memiliki lahan jagung maksimal 100 hektare setiap desa.
“Petani juga berharap adanya akses pasar yang lebih luas, infrastruktur pertanian yang memadai, serta kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan petani lokal. Dengan dukungan yang nyata, jagung tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga jalan menuju ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga,” tutupnya.(**)








