telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Presiden Prabowo Dorong Riset Kampus Jadi Mesin Hilirisasi Dan Industri Nasional

Jakarta, KTV – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat peran riset dan inovasi yang tidak hanya bersifat akademis semata, tetapi berorientasi pada pengembangan industri nasional serta peningkatan pendapatan negara. Dalam taklimat kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta, Presiden menegaskan bahwa riset dan inovasi harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan industri berbasis sains dan teknologi.

Menurut Presiden, di masa sekarang ini pahlawan bangsa adalah mereka yang mampu menghasilkan terobosan nyata dan inovatif yang memberi dampak signifikan terhadap kemajuan negara. Untuk itu, riset dan temuan inovatif dari perguruan tinggi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat basis industri serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara langsung.

Presiden juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara riset, teknologi, dan dunia industri sehingga hasil penguasaan sains dan teknologi tidak hanya menjadi output akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi produk dan proses yang dibutuhkan bangsa. Ia mendorong para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi untuk mengambil peran sebagai penggerak inovasi yang dapat menciptakan industri besar di Indonesia serta meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan negara.

Dalam arahannya, Presiden menyebut rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara sebagai momentum strategis yang membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk memainkan peran penting dalam pembangunan nasional. Presiden mengingatkan bahwa kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk berkontribusi secara signifikan dalam bentuk SDM unggul, riset berkualitas, dan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap arahan tersebut, pemerintah melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa anggaran riset dan inovasi untuk seluruh perguruan tinggi akan ditambah sebesar Rp4 triliun, sehingga alokasi dana riset total pada tahun 2026 mencapai Rp12 triliun. Penambahan ini menunjukkan besarnya amanat yang diberikan Presiden kepada perguruan tinggi, peneliti, serta guru besar untuk memberikan kontribusi strategis bagi kemajuan bangsa.

Presiden menegaskan visi bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga harus mampu mengolah kekayaan tersebut melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi anak bangsa, sehingga mampu bersaing secara global dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top