Nunukan, KTV – Festival Bedug Sahur yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bekerja sama dengan Pemuda Perbatasan Nunukan ini diikuti oleh setidaknya 27 tim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nunukan. Para peserta memulai parade di depan Pelabuhan Lamijung, Kelurahan Nunukan Barat, yang dilepas oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara, Syamsul Bahri, pada Sabtu malam, 22 Maret 2025, sekitar pukul 20.30 WITA. Rombongan tersebut juga meriah dengan iringan kelompok drum band dari SMA Negeri 1 Nunukan, Swara Gita Perbatasan.
Festival Bedug Sahur Semarak Ramadhan Nunukan 2025 mendapat sambutan antusias dari warga Kabupaten Nunukan yang menyaksikan iring-iringan peserta festival dengan penuh sukacita. Rute arak-arakan melintasi Jalan Yamaker, Jalan Tanjung, Jalan Pahlawan, Jalan Bhayangkara, Jalan Ahmad Yani, dan berakhir di depan Tugu Dwikora, Alun-Alun Kabupaten Nunukan.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara, Syamsul Bahri, serta sejumlah pejabat Forkopimda Nunukan. Beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat lintas agama juga hadir dalam acara yang bertemakan suasana Ramadhan ini.
Menjelang garis finish di Alun-Alun Kota Kabupaten Nunukan, ribuan warga mulai memadati area depan Tugu Dwikora, menantikan kedatangan puluhan peserta. Sekitar pukul 22.00 WITA, peserta tiba di garis finish dan disaksikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara, Bupati Nunukan, dan PLT Sekda Nunukan.
Di hadapan Bupati dan tamu undangan lainnya, setiap peserta menunjukkan performa terbaik mereka dalam menggelar yel-yel, atraksi kreasi beduk, dan panggilan untuk membangunkan sahur. Setiap tim diberi waktu 90 detik untuk menampilkan cara unik mereka dalam membangunkan warga untuk makan sahur.
Peserta bersaing memperebutkan total hadiah sebesar 45 juta rupiah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk pemenang Festival Bedug Sahur ini. Tema festival tahun ini adalah “Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman.”








