telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Camat Sebatik Timur Kunjungi Usaha Kopra Lokal, Siap Dongkrak Ekonomi Petani Melalui Program Tol Laut

Sebatik Timur, KTV — Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

​Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah, S.E., M.M., didampingi Staf Sosek dan Kesra, Munawir Dzasali, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengolahan kelapa kopra milik warga setempat, Abdul Amir dan Ramli, Sabtu (01/11/2026).

​Usaha pengolahan kopra yang baru berjalan selama dua bulan ini dinilai membawa angin segar bagi para petani kelapa di wilayah perbatasan. Pasalnya, kehadiran usaha tersebut memberikan solusi atas permasalahan pemasaran hasil panen yang selama ini kerap dihadapi petani.

​Solusi Konkret Bagi Petani: Tampung Semua Ukuran Kelapa

​Camat Zainal Abidinsyah menegaskan bahwa model bisnis yang dijalankan Abdul Amir dan Ramli jauh lebih menguntungkan petani dibandingkan sistem penjualan melalui tengkulak yang kerap membatasi kriteria pembelian.

​”Yang paling menguntungkan petani adalah dari hasil panen. Tengkulak selama ini umumnya hanya membeli kelapa berukuran besar saja. Sementara usaha milik Pak Abdul Amir dan Pak Ramli ini menampung semua ukuran kelapa, baik besar maupun kecil, untuk dijadikan bahan baku kopra,” tegas Zainal.

​Langkah ini dinilai efektif memangkas rantai pasok yang merugikan serta memastikan seluruh hasil kebun petani dapat terserap dengan harga yang kompetitif.

​Target 15 Ton dan Dorongan Pemanfaatan Tol Laut

​Ke depan, hasil produksi kopra dari Sebatik Timur ini direncanakan untuk dipasarkan keluar Pulau Kalimantan dengan target pengiriman mencapai 15 ton atau setara dengan satu kontainer penuh.

​Untuk mengantisipasi faktor cuaca, proses produksi saat ini mengandalkan kombinasi tungku pengasapan dan penjemuran matahari. Dengan metode pengasapan tersebut, pengiriman diproyeksikan dapat dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali tahap pengiriman secara lebih cepat.

​Guna menekan biaya operasional, pihak kecamatan mendorong agar distribusi kopra ini nantinya dapat memanfaatkan program Tol Laut. Dengan fasilitas logistik bersubsidi tersebut, biaya pengangkutan antarpulau diharapkan menjadi jauh lebih murah dan efisien.

​Kendala Teknis dan Harapan Dukungan Pemerintah

​Di balik prospeknya yang cerah, usaha pengolahan kopra ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Tantangan utama saat ini terletak pada keterbatasan alat angkut serta proses pengeringan yang masih mengandalkan cara konvensional.

​”Jika ke depan ada bantuan alat oven pengering modern, proses produksi tentu akan jauh lebih cepat, efisien, dan tidak bergantung pada kondisi cuaca,” ujar Zainal.

​Selain itu, Camat Sebatik Timur juga melihat potensi besar dari pemanfaatan limbah kelapa yang belum tergarap optimal, seperti tempurung yang bisa diolah menjadi briket arang, serta sabut kelapa yang bernilai ekonomis tinggi untuk produk cocopeat, tali tambang, keset kaki, hingga sapu.

​”Semua bagian kelapa memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Tidak ada yang terbuang, semuanya bisa menjadi uang,” tambahnya.

​Melihat potensi besar ini, Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur berharap ada perhatian dan dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, khususnya dalam bentuk bantuan peralatan oven pengering modern, sarana transportasi angkut, serta fasilitasi permodalan guna memperkuat ekosistem UMKM kelapa di wilayah perbatasan. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top