Bulungan, KTV – Kemandirian pangan tidak cukup hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah. Kalimantan Utara (Kaltara) perlu memperkuat produksi pangannya sendiri dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian yang tersedia, salah satunya melalui pengembangan tanaman jagung di Kabupaten Bulungan.
Komitmen itu diutarakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, H. Sapi’i, S.T., M.A.P., saat menghadiri kegiatan Penanaman Jagung di RT 54, Desa Salim Batu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, mewakili Gubernur Kaltara, Senin (2/11).
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Sapi’i menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan stabilitas daerah. Karena itu, potensi pertanian lokal perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat
“Pemenuhan kebutuhan pangan harus kita upayakan secara mandiri dengan meningkatkan produksi pangan lokal dan memanfaatkan potensi lahan pertanian yang tersedia,” katanya.
Ia menyebutkan, Kabupaten Bulungan, khususnya Desa Salim Batu, memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan subur. Potensi tersebut perlu dikelola secara terencana, produktif dan berkelanjutan.
Sapi’i menyampaikan, lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal perlu didorong menjadi kawasan pertanian produktif sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.
Melalui kegiatan penanaman jagung tersebut, pemerintah berharap produksi jagung di Kaltara terus meningkat sehingga kebutuhan daerah dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal.
Namun, Sapi’i mengingatkan bahwa upaya pengembangan pertanian tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara bersama instansi terkait diminta memberikan pendampingan dan penyuluhan secara berkelanjutan kepada petani.
Selain itu, ketersediaan benih dan pupuk, akses permodalan melalui Bankaltimtara, serta kepastian penyerapan hasil panen oleh Perum Bulog juga perlu menjadi perhatian.
“Petani harus mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari penyediaan benih dan pupuk hingga akses permodalan dan kepastian pasar bagi hasil panen,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan budidaya jagung tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa melalui peningkatan pendapatan petani dan penciptaan lapangan kerja.
Karena itu, pemerintah, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat kerja sama agar potensi pertanian Kaltara dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Sapi’i berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari gerakan bersama untuk mengembangkan sektor pertanian yang lebih maju dan produktif di Kaltara.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat penanaman benih jagung “Konsider” bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kemudian penanaman jagung bersama Kelompok Tani Budaya Senuman Desa Salim Batu dan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Palas.
Turut hadir Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., serta Kepala Biro SDM Polda Kaltara, Kombes Pol. Steyven Jonly Manopo, S.I.K., M.H. (dkisp)








