telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Tradisi Berebu Pagun Safar Diusulkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Malinau, KTV – Tradisi Berebu Pagun Safar yang rutin dilaksanakan masyarakat Kecamatan Malinau Kota mendapat perhatian untuk terus dilestarikan. Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah mengusulkan tradisi tersebut sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Camat Malinau Kota Muhammad Yusuf, S.IP., mengatakan usulan Berebu Pagun Safar telah melalui tahapan penilaian di tingkat Provinsi Kalimantan Utara dan kini masuk dalam proses pengkajian yang melibatkan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

“Kita berdoa bersama semoga tradisi ini bisa dikenal dan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda Republik Indonesia, khususnya bagi Kabupaten Malinau dan masyarakat Tidung,” ujar Muhammad Yusuf saat menyampaikan sambutan pada acara Berebu Pagun Safar di Siring Seluwing, Desa Malinau Kota, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, Berebu Pagun Safar merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun, tepatnya pada Rabu terakhir di bulan Safar. Tradisi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, sekaligus melestarikan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, keberadaan tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Tidung, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Muhammad Yusuf berharap Berebu Pagun Safar dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diwariskan kepada generasi muda.

“Semoga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, silaturahmi dan pelestarian budaya tetap hidup di tengah masyarakat,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga memanjatkan doa bersama untuk keselamatan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara hingga Indonesia. Doa tersebut menjadi bentuk harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan serta dijauhkan dari berbagai marabahaya, bencana dan musibah.

Dengan masuknya Berebu Pagun Safar dalam proses pengusulan WBTB, tradisi ini diharapkan semakin dikenal luas sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya menjaga dan memperkuat identitas budaya masyarakat Kabupaten Malinau. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top