Malinau, KTV – Pemerintah Kecamatan Malinau Kota kembali menggelar tradisi Berebu Pagun Safar di Siring Seluwing, Desa Malinau Kota, Rabu (12/8/2026).
Camat Malinau Kota Muhammad Yusuf, S.IP., mengatakan Berebu Pagun Safar merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada Rabu terakhir di bulan Safar.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Berebu Pagun Safar ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Kecamatan Malinau Kota setiap tahun dan telah masuk dalam kalender event Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau,” ujar Muhammad Yusuf.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan berkumpulnya masyarakat dari berbagai RT dan desa di Kecamatan Malinau Kota. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan tokoh masyarakat, pembacaan doa selamat dan doa tolak bala, makan bersama, serta prosesi mandi Salamun.
Tradisi makan bersama menjadi salah satu bagian yang menarik. Masyarakat membawa makanan dari rumah masing-masing untuk kemudian disantap bersama dan saling bertukar makanan.
“Ini menjadi bentuk keharmonisan warga masyarakat di Kecamatan Malinau Kota. Kita berbagi makanan, berbagi rezeki dan mempererat rasa kekeluargaan,” katanya.
Setelah makan bersama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi mandi Salamun. Prosesi tersebut dilakukan oleh masyarakat yang ingin mengikuti, dengan pendampingan para sesepuh dan alim ulama serta disertai doa keselamatan.
Yusuf menyebut terdapat sejumlah hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan Berebu Pagun Safar. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk berbagi rezeki kepada sesama dan memanjatkan doa agar kita semua terhindar dari marabahaya, bencana dan musibah,” tuturnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Berebu Pagun Safar juga memiliki nilai penting dalam pelestarian budaya. Tradisi tersebut telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat, khususnya di Kecamatan Malinau Kota.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar tradisi tersebut dapat dikenal oleh generasi muda dan tetap dipertahankan di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, tradisi serupa juga dikenal di sejumlah daerah dengan nama dan teknis pelaksanaan yang berbeda, namun memiliki substansi yang sama, yakni doa bersama untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari berbagai musibah. (**)








