Malinau, KTV – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., secara resmi membuka Konferensi Daerah XIX Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Malinau yang digelar di Gedung GKII Desa Kaliamok, Senin (13/7/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik meskipun dihadapkan pada tantangan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Malinau Utara.
“Bertumbuh bersama” yang diangkat sebagai tema konferensi, menurut Bupati, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tema tersebut mengandung makna bahwa pertumbuhan sejati hanya dapat terwujud melalui kebersamaan, saling menopang, saling melengkapi, dan membangun dalam kasih sebagaimana diajarkan dalam Efesus 4:15-16.
Ia menegaskan bahwa gereja tidak hanya bertumbuh dari sisi jumlah jemaat ataupun program pelayanan, tetapi juga harus semakin dewasa dalam iman, semakin kuat dalam kasih, dan semakin nyata menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menilai konferensi daerah bukan sekadar agenda organisasi atau pemilihan kepengurusan, melainkan momentum untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta memperbarui komitmen pelayanan agar mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, hingga meningkatnya penyalahgunaan narkotika menjadi tantangan serius yang membutuhkan peran aktif gereja dalam membina karakter, memperkuat iman, menjaga keluarga, dan membimbing generasi muda.
“Pembangunan daerah tidak hanya tentang jalan, jembatan, maupun gedung. Yang paling utama adalah membangun sumber daya manusia yang berkarakter, beriman, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Di sinilah pemerintah dan gereja memiliki ruang kolaborasi yang sangat besar,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi kehidupan toleransi yang terus terjaga di Kabupaten Malinau. Menurutnya, berbagai kegiatan keagamaan berskala regional maupun nasional yang digelar di Malinau mendapat apresiasi karena mampu menunjukkan kerukunan antarumat beragama yang menjadi kekuatan daerah.
Ia mengajak seluruh peserta konferensi mengikuti setiap tahapan persidangan dengan semangat persaudaraan, mengutamakan kepentingan pelayanan gereja di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, serta memilih pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan lima tahun ke depan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap Konferensi Daerah XIX GKII Daerah Malinau melahirkan kepemimpinan yang melayani, program-program yang relevan dengan perkembangan zaman, serta memperkuat persatuan, kasih, dan kolaborasi dalam membangun Kabupaten Malinau.
“Kiranya konferensi ini menghasilkan pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan zaman, memperkuat pelayanan gereja, serta terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia dan menjaga persatuan di Bumi Intimung,” tutupnya sebelum secara resmi membuka Konferensi Daerah XIX GKII Daerah Malinau. (**)








