telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

80 Santri Jadi Korban Kebakaran, Pesantren Al-Khairat Putra Berharap Asrama Segera Dibangun

Malinau, KTV – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Khairat Putra, Ustadz Zakaria M. Toba, menyampaikan bahwa bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau dan berbagai pihak telah membantu memenuhi sejumlah kebutuhan para santri yang terdampak kebakaran.

Ia menjelaskan, bantuan yang diterima di antaranya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tempat tidur berupa 80 kasur dan bantal bagi para santri, serta pakaian. Selain itu, kebutuhan tempat penyimpanan pakaian sementara juga telah dibantu melalui penyediaan boks dari BPBD.

“Alhamdulillah, bantuan yang diberikan sudah sangat membantu. Untuk kebutuhan tempat tidur, kasur dan bantal sebanyak 80 buah sudah terpenuhi, begitu juga dengan pakaian anak-anak,” ungkap Zakaria saat ditemui usai menerima bantuan dari Pemda dan PMI Malinau, Rabu (4/11/2026).

Saat ini, sambil menunggu pembangunan kembali asrama, para santri yang terdampak kebakaran sementara ditampung di tiga ruangan kelas SMA. Kondisi tersebut membuat pihak pesantren harus menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan sistem Belajar dari Rumah (BDR).

Dari total sekitar 130 santri, kurang lebih 80 orang saat ini mengikuti kegiatan BDR karena ruangan kelas SMA digunakan untuk menampung kebutuhan tempat tidur sementara.

Terkait pembangunan kembali, pihak pesantren juga telah menyiapkan rencana penataan lokasi yang lebih baik. Nantinya, posisi asrama, gudang logistik, dapur umum, dan WC akan dipisahkan agar fasilitas pesantren lebih tertata dan nyaman.

Dalam perencanaan tersebut, asrama untuk santri tingkat SMP dan SMA juga akan digabung dalam satu bangunan asrama.

“Kami tinggal menunggu material bangunan dan arahan dari pemerintah daerah. Kalau anggaran sudah diluncurkan dan sudah ada aba-aba, kami siap untuk memulai pembangunan kembali,” jelasnya.

Zakaria berharap Pemerintah Kabupaten Malinau dapat terus memberikan perhatian dan mempercepat proses pemulihan pembangunan pesantren, khususnya asrama, tempat tidur santri, serta dapur umum.

Menurutnya, percepatan pembangunan sangat penting agar para santri dapat kembali menempati asrama dan menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan nyaman seperti sebelum terjadinya kebakaran.

“Kami sangat berharap pembangunan ini bisa segera direalisasikan, sehingga anak-anak bisa kembali tinggal dan belajar dengan nyaman seperti sediakala,” harapnya. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top