telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Dadang Haries Poernomo Mengundurkan Diri Dari Pelatih Timnas Balap Sepeda

Jakarta, KTV – Dadang Haries Poernomo mundur dari kursi kepelatihan Timnas balap sepeda. Alasannya, ingin fokus pada keluarga.

Surat pengunduran diri, ia berikan pada Senin (11/5/2026) kepada Sekretaris Jenderal Indonesia Cycling Federation (ICF) Jadi Rajagukguk.

“Saya ingin istirahat dan fokus keluarga. Jadi ada hal yang benar-benar saya harus fokuskan. Di satu sisi, ada keperluan keluarga yang harus dipenuhi dan tidak bisa ditinggalkan,” kata Dadang kepada detikSport.

Jadi Pelatih Kepala Timnas Sejak 2018
Dadang tercatat menjadi pelatih kepala Timnas balap sepeda sejak 2018, tepatnya saat Asian Games di Jakarta-Palembang. Saat itu, Indonesia sebagai tuan rumah sukses memboyong dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu lewat persembahan tim balap sepeda.

Sepanjang kariernya, Dadang juga sukses meloloskan dua atletnya ke Olimpiade. Pertama Toni Syarifudin untuk disiplin BMX di Rio de Janeiro 2016. Kala itu, Dadang masih berstatus Ketua bidang BMX PB ISSI (sekarang ICF).

Kemudian, ia membawa Bernard van Aert untuk Olimpiade 2024 di Paris.Bernard lolos melalui kualifikasi negara disiplin track nomor Omnium Putra setelah 20 tahun.

Prestasi terakhir Dadang ialah saat mengantarkan atletnya meraih medali emas di SEA Games Thailand pada Desember 2025. Indonesia mendapat tiga medali emas, empat perak, dan empat perunggu.

Dadang lantas menceritakan suka dukanya selama delapan tahun berkarier sebagai pelatih kepala Timnas balap sepeda.
“Sukanya itu proses mengulik, mencari. Terus terang saja, ini dari dari sudut pandang saya, prestasi kita belum maksimal betul. Ada beberapa cabang yang mungkin unggul di Asia, tetapi tidak semuanya merata,” ujarnya.

“Nah, saya senangnya mengulik bagaimana anak-anak (minimal) tembus Asia dulu. Jadi proses menuju ke sananya, mencari sesuatu yang sesuai iklim Indonesia. baik dari segi anggaran hingga volume kompetisinya.”

“Kita itu kan kalau mau dibandingkan dengan tim Asia seperti China, Jepang, Korea, jujur sangat engap-engap-an dari segi apapun banyak ketinggalan. Tapi pada diri saya tak mau menyerah begitu saja,saya mau cari sesuatu yang bisa melawan mereka,” dia mengungkapkan.

Hasilnya pun mulai kelihatan. Dari proses sejak tahun 2018 hingga sekarang, ada satu atau dua cabang yang bisa mengarah ke target yang ingin ia capai. Dia mencontohkan nomor trek.

“Ini kan kita sulit jika ingin tembus ke Asia, apalagi ke tingkat dunia. Tapi, kita step by step sudah menuju ke sana. Itu merupakan kepuasan bagi saya,” tuturnya.

“Sedangkan untuk dukanya, mungkin sama seperti pelatih lainnya. Sulit untuk menemukan hasil bibit Indonesia tidak terlalu banyak karena masih belum begitu banyak. Lalu soal kompetisinya, ya rintangan yang harus kita hadapi. Ada banyak hal tapi kita harus terus maju, tidak boleh menyerah, tak boleh kendur. Itu saja.”

Tetap Bangga
Bagi seorang pelatih adalah sebuah pencapaian jika sukses mengantarkan atletnya meraih medali emas di Olimpiade. Begitu pun Dadang.

Meskipun sudah sukses mengantarkan anak didiknya lolos ke Olimpiade dengan proses panjang kualifikasi, tapi ada keinginan dalam hati kecilnya untuk bisa membawa atletnya juara di multievent paling bergengsi sejagat raya tersebut.

“Bagi saya (meloloskan atlet ke Olimpiade) itu adalah sebuah prestasi. Maksud saya, orang-orang tidak bisa melihat bahwa sebenarnya ada perbedaan besar antara wildcard dengan lolos kualifikasi,” kata Dadang.

“Kami lolos kualifikasi. Tony lolos kualifikasi selama dua tahun. Kemudian, Bernard juga lolos kualifikasi selama dua tahun. Jadi, ini prosesnya yang panjang dantidak mudah. Tapi ini adalah sebuah pencapaian dan membuat saya bangga.”
PR Penerus

Dadang meninggalkan Pelatnas Timnas ketika Indonesia dihadapkan multievent besar yaitu Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, kualifikasi Olimpiade 2028 dengan golnya tampil di Los Angeles. Khusus Asian Games, Indonesia Cycling Federation (ICF) menargetkan empat medali emas.

Akan tetapi Dadang percaya, penerusnya di Timnas balap sepeda bisa memberikan hasil optimal. Ajang ini juga bisa menjadi kesempatan pelatih-pelatih muda berpotensi untuk menimba ilmu dan pengalaman.

“Sekarang ini banyak pelatih-pelatih muda berpotensi. Ini bisa menjadi kesempatan mereka untuk menimba pengalaman. Asian Games juga tantangannya cukup besar apalagi di Jepang. Harapannya bisa tembus lah,” harap Dadang.

(mcy/aff)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top