Bulungan, KTV – Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bulungan, H.M. Zulkifli, M.Si, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), terus menggencarkan sosialisasi program digitalisasi transaksi kepada masyarakat. Tujuannya agar warga memahami dan mampu menggunakan sistem ini dalam berbagai transaksi sehari-hari.
Tak hanya menyasar masyarakat umum, H.M. Zulkifli juga aktif melakukan pendekatan ke berbagai instansi pemerintah, pelaku usaha, serta lembaga keuangan seperti perbankan. Hal ini dilakukan guna menyamakan pemahaman dan persepsi mengenai pentingnya penerapan transaksi digital di Kabupaten Bulungan.
Upaya ini menjadi langkah strategis dan progresif bagi Bulungan dalam menyongsong era modernisasi, agar tidak tertinggal dari daerah lain yang telah lebih dulu menerapkan sistem belanja digital.
Di berbagai pusat perbelanjaan, fasilitas umum seperti bandara, pelabuhan, mall, hingga pedagang kaki lima pun kini mulai ramai menggunakan transaksi non-tunai, salah satunya dengan metode QRIS. Fenomena ini menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi tren yang berkembang pesat.
Sebagai daerah yang tengah berkembang, Bulungan tidak ingin tertinggal. Beragam metode sosialisasi terus dilakukan untuk mendorong masyarakat beralih ke sistem transaksi digital yang lebih mudah, praktis, dan efisien.
Menurut H.M. Zulkifli, penerapan transaksi digital terbukti mampu meningkatkan efektivitas pendapatan asli daerah (PAD), baik dari sektor usaha, BUMD, pajak, maupun sumber penerimaan lainnya. Selain itu, sistem ini juga membantu menekan potensi kebocoran anggaran yang dapat merugikan keuangan daerah.
Selama bulan ini, TP2DD juga rutin menggelar High Level Meeting (HLM) sebagai bentuk penguatan sinergi antar pihak dan menyosialisasikan pentingnya transformasi digital dalam transaksi keuangan.
Langkah Bappenda dan TP2DD menggandeng perbankan, pelaku usaha, masyarakat, serta berbagai organisasi jasa keuangan menjadi tonggak kemajuan pemerintah daerah dalam mempercepat adaptasi digital di kalangan masyarakat.








