telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Kebun Raya Unmul Diduga Kena Serobot Tambang Ilegal

Samarinda, KTV – Dekan Fakultas Kehutanan UNMUL, Rudianto Amirta, mengonfirmasi kepada media Sketsa bahwa penutupan spot wisata di kampus kebanggaan UNMUL tersebut sudah dilakukan sejak 1 Maret 2025. Menurut Rudianto Amirta, penutupan tersebut terjadi karena biaya pengelolaan wisata lebih besar daripada pemasukan yang dihasilkan, yang dalam hal ini, pengelolaan KRUS lebih besar dari pada pendapatan yang diterima.

Keputusan tersebut, meskipun sulit dan penuh dilema, diakui oleh Dekan Fakultas Kehutanan UNMUL. Namun, alasan utama penutupan bukan hanya masalah untung rugi, melainkan masalah dalam pengelolaan objek wisata itu sendiri yang selama ini sedang mengalami permasalahan. Salah satu hal yang mengejutkan publik di Samarinda adalah klaim dari oknum warga yang mengaku memiliki hak atas sebagian area wisata tersebut, yang kemudian menyebabkan adanya kegiatan pemancingan secara diam-diam.

Akibatnya, manajemen pengelola KRUS harus menata ulang kerjasama dengan berbagai pihak yang terlibat. Beberapa waktu setelah tidak ada kabar mengenai polemik KRUS, publik terkejut setelah beberapa alat berat terlihat bekerja di lokasi tersebut, melakukan perataan lahan. Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun JATAM Kaltim di media sosial, terlihat alat berat yang diduga tengah melakukan aktivitas pertambangan ilegal, seperti ekskavator dan traktor yang sedang memangkas semak dan bukit di bawah pengawasan seorang mandor.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak kampus UNMUL terkait apakah kegiatan alat berat tersebut memang merupakan kegiatan pertambangan ilegal atau bagian dari pembangunan proyek wisata di Kebun Raya Samarinda.

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top