telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

World Health Organization Catat 1.300 Kematian Akibat Gelombang Panas Eropa

Jakarta, KTV – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa telah menyebabkan ribuan kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 1.300 orang meninggal dunia sejak 21 Juni akibat dampak heatwave yang melanda sejumlah negara Eropa.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan cuaca panas ekstrem menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama karena infrastruktur di Eropa belum dirancang untuk menghadapi suhu setinggi saat ini.

“Stres akibat panas sering disebut sebagai ‘pembunuh diam-diam’ dan rumah, tempat kerja, serta sekolah di Eropa tidak dibangun untuk menahan suhu seperti ini,” kata Tedros melalui unggahannya di platform X.

Pada Minggu (28/6), Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan lebih dari 1.000 kematian terjadi di negara tersebut selama gelombang panas berlangsung. Sebagian besar korban merupakan kelompok rentan, terutama warga lanjut usia berusia di atas 65 tahun.

Otoritas kesehatan Prancis juga mencatat peningkatan sekitar 40 persen jumlah warga yang meninggal dunia di rumah selama periode cuaca ekstrem tersebut.

Tedros mengingatkan bahwa Eropa merupakan kawasan yang mengalami pemanasan paling cepat dibandingkan wilayah lain di dunia.

“Eropa adalah benua dengan laju pemanasan tercepat di Bumi, dengan laju pemanasan dua kali lipat dari rata-rata global,” katanya.

“Jutaan orang di seluruh benua tersebut saat ini, hidup di bawah panas ekstrem, ratusan orang telah meninggal, sekolah-sekolah ditutup, dan jaringan listrik mulai kewalahan,” tambahnya.

Sementara itu, Jerman kembali mencatat rekor suhu tertinggi untuk hari ketiga berturut-turut. Berdasarkan data awal, suhu mencapai 41,7 derajat Celsius di wilayah timur negara tersebut.

Suhu ekstrem juga terjadi di Polandia dan Republik Ceko. Sebuah stasiun cuaca di Coschen, dekat perbatasan Polandia di Brandenburg timur, mencatat suhu 41,7 derajat Celsius sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Di Republik Ceko, lembaga meteorologi CHMI melaporkan suhu 41,1 derajat Celsius di Doksany, sebelah utara Praha. Angka tersebut menjadi rekor suhu tertinggi kedua yang tercatat di negara itu dalam kurun dua hari terakhir.

(PRI)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top