Bulungan, KTV – Ketekunan, kerja keras, dan kesabaran menjadi kunci keberhasilan warga transmigran di kawasan SP 6 dan SP 9, Tanjung Buka, Kalimantan Utara. Dengan memanfaatkan lahan pertanian yang subur dan luas, mereka perlahan membangun kemandirian ekonomi melalui budidaya beragam tanaman pangan dan hortikultura.
Salah satu tokoh yang menunjukkan keberhasilan adalah Sudarno, Ketua RW 4 SP 8. Lelaki dengan dua anak ini telah mencoba berbagai jenis tanaman, mulai dari sayur dan buah, hingga padi, palawija, dan tanaman herbal seperti jahe merah serta talas daun putih. Hasilnya, hampir seluruh tanaman tumbuh dengan baik dan berkualitas.
Namun, meski produksi melimpah, persoalan klasik masih membayangi — minimnya akses pasar. Banyak hasil panen akhirnya terbuang sia-sia karena tidak terserap, menyebabkan kerugian besar bagi para petani. Dalam situasi ini, dukungan pemasaran dan intervensi pemerintah sangat dibutuhkan.
Menjawab persoalan tersebut, DPP Komunitas Antar Etnis Indonesia Bersatu (KIB) Kalimantan Utara hadir memberikan pendampingan. Melalui kerja sama dengan Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan, KIB berkomitmen membina peningkatan produksi sekaligus membuka akses pasar dan menyediakan bantuan bibit.
Pada Minggu, 10 Agustus, Sekjen KIB Andi Lempong bersama Ketua Pokja Pertanian Kamilus melakukan kunjungan langsung ke lahan pertanian warga SP 8 dan SP 9. Mereka meninjau kebun petani yang dikelola dengan sistem tumpang sari — gabungan tanaman jangka pendek dan tahunan dalam satu lahan — yang terbukti memberi hasil signifikan bagi para petani.
Sarwanto, Ketua Kelompok Tani di SP 8, mengungkapkan bahwa metode tumpang sari yang dikembangkan mampu menghasilkan pendapatan antara 5 hingga 7 juta rupiah per bulan. Keuntungan itu bahkan memungkinkannya memperluas lahan dengan membeli tanah baru — bukti nyata keberhasilan dari sektor pertanian rakyat.
Kisah sukses lainnya datang dari Sudarno, yang mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga sarjana dari hasil berkebun. Kini, satu putranya bekerja di bidang perbengkelan di Tanjung Selor, sementara satu lagi menjadi anggota Polri melalui jalur ketahanan pangan — sebuah prestasi membanggakan dari keluarga petani.
Sebagai langkah lanjutan, KIB akan memperkenalkan tiga komoditas unggulan baru kepada warga SP 8 dan SP 9 dalam program “Asta Cita Ketahanan Pangan”, yaitu jagung, kol, dan bawang merah. Ketiga komoditas ini sudah disiapkan jalur pemasarannya melalui agen distribusi khusus, dengan target penyaluran ke pasar-pasar besar dan jaringan ritel modern di Kalimantan Utara.
Sekjen KIB, Andi Lempong, menyampaikan bahwa Desa Tanjung Buka akan dijadikan sebagai model percontohan bagi desa transmigrasi mandiri di masa depan. Sementara itu, Ketua Pokja Pertanian KIB, Kamilus, memastikan program ini akan diintegrasikan dengan berbagai instansi terkait — dari dinas pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga perdagangan dan koperasi — guna memastikan keberlanjutan dan kesuksesan program ketahanan pangan di desa ini.
(M. Sakir, Kaltara TV)








