telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

BPBD Nunukan Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla Melalui Dukungan PT Sago

Nunukan, KTV – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui dukungan dunia usaha.

PT Sago Prima Pratama menyerahkan bantuan senilai Rp200 juta kepada BPBD Kabupaten Nunukan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, penyerahan bantuan berlangsung di ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan berita acara serah terima, bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Sago Prima Pratama, dalam program sosial-budaya berupa bantuan bencana alam.

Bantuan diperuntukkan bagi kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kabupaten Nunukan.

Bantuan diserahkan oleh perwakilan PT Sago Prima Pratama, Kristianus Heri, dan diterima Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, SE., M.AP. Penyerahan tersebut diketahui Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, mengatakan dukungan tersebut sangat berarti bagi penguatan kesiapan BPBD, terutama karena ketersediaan peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki masih terbatas.

“Bantuan hari ini luar biasa bermanfaat, karena memang kami di BPBD sejak terbentuk, semua peralatan kami secara keseluruhan itu masih terbatas, dengan bantuan ini mudah-mudahan bisa menambah peralatan kami dan bisa dimanfaatkan maksimal nanti,” ujarnya.

Menurut Asmar, sejumlah peralatan pendukung masih dibutuhkan dalam penanganan karhutla, di antaranya pompa air serta perlengkapan keselamatan bagi personel yang bertugas di lapangan.

“Yang kecil-kecil ini memang sampai dengan pompa airnya juga termasuk, termasuk safety-nya. Karena safety ini juga kami masih terbatas,” katanya.

Meski demikian, Asmar menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi karhutla tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan, kekuatan personel dan keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.

“Kalau berbicara alat, sebenarnya apa pun yang ada itu akan kita gunakan dan kekuatan kita memang paling banyak di personel. Jadi personelnya yang paling kita andalkan, yang paling kita siapkan,” jelasnya.

Ia menyebut, BPBD tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi karhutla, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara bersama-sama.

“BPBD itu bukan superman, tapi kami membutuhkan super team, jadi semua stakeholder ketika ini terjadi, semua bisa masuk, menjadi bagian dari kekuatan super team itu,” tegas Asmar.

Dukungan PT Sago tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas BPBD Kabupaten Nunukan dalam menghadapi potensi karhutla sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam penanggulangan bencana. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top