Malinau, KTV – Pemerintah Kabupaten Malinau mendorong penguatan Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai salah satu strategi untuk memperluas akses literasi di tengah keterbatasan jumlah perpustakaan sekolah.
Sekda Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., mengatakan, pemenuhan perpustakaan di setiap sekolah, termasuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), masih menjadi tantangan.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Forum Konsultasi Publik Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi Perpustakaan Sekolah dan Madrasah yang digelar di Ruang Laga Feratu, Rabu (2/9/2026).
Menurut Sekda Ernes, kondisi ideal yang ingin dicapai adalah setiap sekolah memiliki perpustakaan yang mampu memenuhi kebutuhan buku dan mendukung peningkatan kemampuan literasi siswa. Namun, kondisi tersebut membutuhkan dukungan sarana, koleksi buku, hingga tenaga pengelola.
“Kalau kita melihat kondisi ideal ini, tentu akan sulit dipenuhi. Satu sekolah satu perpustakaan, bahkan sampai PAUD,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Malinau melihat TBM sebagai alternatif untuk menjembatani keterbatasan tersebut. Pengembangannya dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Sekda Ernes menilai, TBM akan lebih kuat jika tumbuh dari inisiatif masyarakat, dikelola bersama, dan manfaatnya kembali dirasakan oleh masyarakat. Pemerintah melalui perangkat daerah terkait tetap memberikan pendampingan agar pengelolaannya berjalan baik.
“Dari kita, oleh kita dan untuk kita. Masyarakat yang berinisiatif, kemudian mengelola dan mengerjakannya, sehingga manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat. Pemerintah tetap memberikan pendampingan,” jelasnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses bahan bacaan dan ruang belajar, sekaligus mendukung peningkatan budaya literasi di Kabupaten Malinau. (**)








