telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Karya Terampil Dorotheus Jeramu, Memaknai Kemerdekaan Melalui Mahakarya Rotan Anak Bangsa

Malinau, KTV — Di sebuah sudut Desa Wisata Pulau Sapi, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, suara gesekan bilah rotan berpadu dengan ketukan tangan yang terampil. Di sanalah Dorotheus Jeramu atau yang akrab disapa Theus menghabiskan hari-harinya merangkai masa depan.

Kisah Theus adalah potret ketekunan seorang anak bangsa yang merantau jauh dari tanah Makassar sejak tahun 1989. Tanpa keahlian khusus di awal kedatangannya, ia menempa diri di bawah didikan pengrajin asal Filipina. Dari proses menganyam, merangkaikan kerangka, hingga tahap finishing, ia pelajari dengan sungguh-sungguh.

“Saya sudah menjiwai rotan itu. Yang pertama karena saya punya keterampilan, dan kalau cari tempat lain, kita tidak punya keahlian lain. Rotan juga memberikan kehidupan untuk keluarga saya, maka saya bertahan,” ujar Theus dengan penuh keyakinan.

Menembus Batas, Bertahan di Bumi Kaltara

Perjalanan karier Theus bukan tanpa liku. Pada masa lalunya, ia sempat memproduksi mahakarya kursi dan sofa rotan kualitas ekspor hingga tembus ke Prancis. Namun, seiring berjalannya waktu, ia kini mendedikasikan keterampilannya untuk pasar lokal di Malinau dan sekitarnya.

Tantangan dalam industri kerajinan rotan tentu ada. Mulai dari kendala transportasi, harga bahan baku, hingga fluktuasi minat masyarakat. Uniknya, di saat sebagian daerah lain kurang melirik produk rotan, Theus justru menemukan secercah harapan besar di Kalimantan.

Masyarakat setempat memiliki apresiasi yang tinggi terhadap kerajinan tangan berbahan baku alam ini. Untuk menjaga kualitas produksinya, ia bersama rekan kerjanya mengandalkan bahan baku pilihan seperti jenis Sega Gunung dan Sega Rawa yang diambil langsung dari daerah Desa Semenggaris, Malinau.

Meski dikerjakan secara terbatas oleh dua orang tangan terampil dengan kapasitas produksi sekitar lima set sofa per bulan (terdiri dari dua kursi kecil, satu kursi panjang, dan satu meja), semangat Theus untuk mengembangkan usahanya tak pernah surut.

Semangat Kemerdekaan dan Mimpi Besar untuk Kaltara

Bagi Theus, momentum kemerdekaan Indonesia memiliki makna yang sangat mendalam. Sebagai warga negara yang lahir dari rahim Ibu Pertiwi, kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan fisik, melainkan kesempatan emas untuk berdiri di atas kaki sendiri dan berkarya secara mandiri.

Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dan peluang yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat untuk terus berkembang. Kecintaannya pada tanah air terpancar jelas dari dedikasinya dalam memanfaatkan kekayaan alam lokal demi kesejahteraan bersama.

Dengan nada penuh harap, Theus menitipkan sebuah impian sederhana namun sarat makna bagi tanah tempatnya mengabdi:

“Saya pribadi mengharapkan, sebisa mungkin setiap rumah warga masyarakat sini harus ada produk rotannya. Bahan bakunya kita punya sendiri di bumi Indonesia ini melimpah. Soal biaya atau pembayaran, kita bisa atur, yang penting masyarakat punya kursi yang layak di rumahnya.”

Ke depan, Theus menyimpan angan besar untuk memperluas jangkauan distribusinya ke seluruh kabupaten di wilayah Kalimantan Utara. Ia bermimpi agar produk-produk lokal asal Malinau ini kelak dapat hadir di setiap sudut Kaltara melalui jaringan showroom yang terpadu.

Dari bilah-bilah rotan di beranda Desa Pulau Sapi, Dorotheus Jeramu membuktikan bahwa kemandirian ekonomi, kecintaan pada produk lokal, dan semangat pantang menyerah adalah wujud nyata dari pengabdian seorang anak bangsa bagi kejayaan Indonesia. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top