telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Stok Minyak Kita Langka Di Nunukan, Harga Minyak Goreng Lain Ikut Naik

Nunukan, KTV — Ketersediaan minyak goreng subsidi pemerintah “Minyak Kita” di Kabupaten Nunukan dilaporkan mengalami kelangkaan pada April 2026. Kondisi ini terjadi akibat terbatasnya pasokan dari Bulog, yang hingga kini belum kembali menyalurkan kuota tambahan ke daerah tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Kabupaten Nunukan, Dior Frames, pada Jumat (24/4/2026) menjelaskan bahwa kekosongan stok sudah terjadi sejak pertengahan hingga akhir April. “Saat ini kita mengalami sedikit kelangkaan karena kuota minyak kita dari Bulog belum tersedia. Pengajuan sudah dilakukan, namun terakhir kita hanya menerima sekitar 500 kotak menjelang Maret untuk persiapan Idul Fitri,” ujarnya.

Menurutnya, stok tersebut sebelumnya didistribusikan melalui Kios TPID di UKM Center Nunukan. Namun kini, persediaan telah habis. Pemerintah daerah pun berharap Bulog segera kembali menyalurkan kuota guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di tengah kelangkaan tersebut, harga minyak goreng non-subsidi justru mengalami kenaikan. Minyak goreng merek Viola ukuran 1,8 liter, misalnya, naik dari Rp37.000 menjadi sekitar Rp40.000 di tingkat distributor. Sementara itu, merek premium seperti Bimoli dan KunciMas juga mengalami kenaikan berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000.

Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya biaya bahan bakar, khususnya solar, yang berdampak pada distribusi barang ke Nunukan. Mengingat sebagian besar kebutuhan pokok didatangkan melalui jalur laut, ongkos transportasi menjadi faktor utama lonjakan harga.

Meski demikian, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah intervensi untuk menjaga stabilitas harga. Salah satunya melalui operasional Kios TPID yang tetap dibuka setiap hari di UKM Center.

Selain itu, intervensi juga dilakukan pada komoditas ayam segar. DKUKMPP bekerja sama dengan mitra kios Palapa menggelar pasar murah pada 24–25 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, ayam dijual dengan harga Rp36.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar yang mencapai Rp45.000 per kilogram.

“Ini dilakukan untuk menekan harga sekaligus membantu peternak ketika daya beli masyarakat menurun dan stok di kandang belum terserap optimal,” jelas Dior.

Sementara itu, harga komoditas lain seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai masih relatif stabil. Pemerintah berharap kondisi ini tetap terjaga, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha.

DKUKMPP juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar (panic buying) serta meminta distributor dan agen agar tidak melakukan penimbunan atau menaikkan harga secara sepihak.

“Distribusi barang melalui kapal swasta maupun Pelni masih berjalan baik. Kami harap semua pihak dapat menjaga stabilitas dengan penggunaan yang bijak dan saling mendukung,” tutupnya. (**)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *