Sebatik Tengah, KTV – Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah menyambut positif dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Penggerak Literasi yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten Nunukan pada 21–22 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Aji Kuning tersebut secara resmi dibuka oleh Camat Sebatik Tengah, Aris Nur.
Dalam sambutannya, Camat Aris Nur menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah perbatasan seperti Sebatik dan Nunukan.
“Kami di Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah sangat mendukung kegiatan ini. Para relawan TBM dan rumah baca adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya, melalui bimtek ini, kami berharap kapasitas mereka semakin meningkat,” ujarnya.
Sebanyak 20 peserta dari sepuluh komunitas literasi di wilayah Sebatik dan Nunukan mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat.
Mereka merupakan relawan yang aktif mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan rumah baca di lingkungan masing-masing.
Camat Aris Nur juga mendorong agar komunitas literasi mampu menyusun program kerja yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Susunlah program mingguan, bulanan, hingga tahunan dengan perencanaan yang matang. Bangun kemitraan, baik dengan pemerintah, badan usaha, maupun sektor swasta, agar gerakan literasi kita semakin luas dan berdampak,” tegasnya.
Bimtek menghadirkan narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur serta perwakilan Forum TBM Provinsi Kalimantan Utara. Materi yang diberikan meliputi penyusunan profil komunitas, perencanaan program berdaya, pembuatan proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga mekanisme pelaporan kegiatan.
Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, dan pemangku kepentingan lainnya. Antusiasme peserta yang tinggi, terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab, menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas di bidang literasi sangat besar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, ke depan, peningkatan kapasitas bisa terus dilakukan, baik secara tatap muka maupun daring, sehingga gerakan literasi di wilayah perbatasan semakin berkembang,” tambah Camat.
Melalui sinergi antara Balai Bahasa, forum TBM, pemerintah daerah, dan komunitas literasi, Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah optimistis bahwa budaya literasi di Kabupaten Nunukan akan terus tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan, sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (**)








