telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

PB PI Rencanakan Rekrut Pelatih Spanyol Dan Jerman Untuk Timnas Padel

Jakarta, KTV – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) berencana merekrut pelatih dari Spanyol dan Jerman untuk Tim Nasional Padel. Pengumumannya dijadwalkan pada Maret nanti.

Rencana tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI), Galih Kartasasmita. Ia pun mengungkapkan prosesnya yang saat ini akan menandatangani kontrak bulan ini.

“Insya Allah kalau semuanya berjalan lancar, bulan ini kami sudah tanda tangan kontrak. Insya Allah,” kata Galih saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Minggu (15/2/2026).

“Saya akan umumkan Maret awal ya. Ini kan lagi kontraknya lagi dibikin dan mereka sudah datang ke sini untuk melihat atlet-atletnya, tinggal nanti tektokan,” tuturnya.

Galih menyatakan, langkah cepat ini harus dilakukan karena padel Indonesia akan mengikuti Asian Games di Aichi-Nagoya, 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Padel menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan di ajang tersebut.

“Makanya saya mempersiapkan pelatih Timnas yang baru untuk memperaiapkan ke Asian Games dan Kualifikasi Piala Dunia tahun ini,” ujar Galih.

“Itu kan ada dua pelatih. Satu untuk menjadi adviser PB PI, jadi memberikan nasihat program. Kemudian satunya untuk pelatih Timnas padelnya.”

Galih juga menjelaskan alasan di balik pemilihan dua pelatih asal Jerman dan Spanyol, yang belum mau disebutkan namanya tersebut. Salah satunya track record mereka sebagai pelatih Timnas negara lain.

“Pertama mereka sudah dua kali pegang Timnas negara lain yaitu Jerman dan Arab Saudi. Kemudian mereka juga memiliki akademi besar di Majorca, dan terbiasa memegang atlet-atlet usia dunia dan sudah memproduksi pemain padel top di Spanyol.”

Tak hanya itu, Galih juga menilai kedua pelatih sudah memiliki kurikulum padel yang jelas. Dengan begitu, atlet-atlet padel Indonesia bisa mendapatkan pelajaran secara teknik main padel yang tepat.

“Kurikulum mereka 95 persen mirip dengan kurikulum FIP (Federasi Internasional Padel) Spanyol. Jadi kami lebih tenang karena saya ingin memperbaiki tekniknya anak-anak,” tuturnya.

“Kita melihat Bea (Beatrice Gumulya), Novela (Rezha), si kembar Ana (Fitriana Sabrina), Ani (Fitriani Sabatini), mainnya luar biasa. Tapi tekniknya belum secara teknis padel. Antara karena tenis, atau otodidak belajar. Nah saya perlu orang yang betul-betul menstrukturkan tekniknya,” Galih mengungkapkan.

“Lalu memberikan taktiknya. Karena itu yang kita tak punya. Walaupun kita berangkat dan pulang bawa perunggu (di Piala Asia 2025) tapi secara teknik, kita bukan teknik padel.”

“Indonesia baru main padel 2021 dan kami baru jadi 2024. Jadi pemain-pemain ini (dari) tenis. Nah, bagaimana caranya memperbaiki struktur teknis, ya kami butuh orang untuk membetulkannya,” tegas Galih.

(mcy/yna)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *