Jakarta, KTV – Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengajak negara-negara Eropa kuatkan perlindungan kedaulatan, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin caplok Greenland.
Seruan itu disampaikan Macron dalam konferensi pers bareng Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen. “(Kebuntuan dengan AS soal Greenland) jadi peringatan strategis bagi Eropa,” kata Macron, dikutip Euro News, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurut Macron, kebangkitan Eropa harus difokuskan penguatan kedaulatan dan peran strategis kawasan. “Harus fokus penegasan kedaulatan Eropa kita, kontribusi kita ke keamanan Arktik, perjuangan lawan campur tangan asing dan disinformasi, serta lawan pemanasan global,” lanjutnya.
Pertemuan Macron dengan Frederiksen dan Nielsen bentuk dukungan politik Prancis ke Denmark dan Greenland di tengah tekanan Washington.
Dalam pertemuan itu, mereka bahas tantangan keamanan Arktik serta peluang pembangunan ekonomi-sosial Greenland yang siap didukung Prancis dan Uni Eropa.
Frederiksen nilai situasi terkini jadi pelajaran penting bagi Eropa. “Saya pikir Eropa belajar beberapa pelajaran beberapa minggu terakhir,” ujarnya.
Ia tekankan peran strategis NATO di kawasan. “NATO akan mainkan peran penting di Arktik,” tegas Frederiksen.
Solidaritas Eropa
Aksi solidaritas Eropa ini didorong persiapan Prancis perkuat kehadiran diplomatik di Arktik. Pemerintah Prancis rencanakan buka konsulat di Nuuk, ibu kota Greenland wilayah semi-otonom Denmark, pada 6 Februari mendatang.
Pembukaan konsulat dipandang sinyal komitmen Prancis dan Uni Eropa dukung stabilitas, kedaulatan, serta kerja sama strategis di Arktik. (PRI)








