Jakarta, KTV – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dalam menghadapi dinamika serta pergeseran geopolitik dunia yang semakin kompleks, kemandirian nasional menjadi suatu kebutuhan yang tak terelakkan. Presiden mengingatkan bahwa perubahan geopolitik global menuntut setiap negara untuk memiliki kemampuan bertahan dan berdiri sendiri tanpa tergantung pada kekuatan luar, sehingga Indonesia perlu memperkuat daya saingnya dalam berbagai aspek.
Dalam konteks tersebut, Presiden berharap agar perguruan tinggi di Indonesia berperan sebagai lokomotif dalam penguasaan sains dan teknologi. Ia menggarisbawahi bahwa posisi strategis Indonesia yang memiliki dinamika global yang tinggi serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah menuntut persiapan sumber daya manusia yang serius dan unggul. Perguruan tinggi diminta untuk menjadi garda terdepan dalam membentuk kemampuan tersebut melalui pendidikan, penelitian, serta pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
Presiden juga mengingatkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga harus berkontribusi secara nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap menjawab tantangan global. Para guru besar dan pimpinan akademik diharapkan dapat memainkan peran yang signifikan dalam melahirkan generasi yang mampu menghadapi persaingan dunia serta menjadikan Indonesia semakin tangguh.
Selain tantangan eksternal, Presiden Prabowo turut menyoroti sejumlah persoalan internal yang masih dihadapi bangsa, seperti praktik korupsi, under invoicing, dan kebocoran keuangan negara. Pada titik ini, ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya perlu menghasilkan lulusan yang berkualitas secara intelektual, tetapi juga berintegritas tinggi, berjiwa nasionalis, serta memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan masyarakat dan negara. Hal ini menurut Presiden penting agar lulusan universitas tidak hanya kompeten, tetapi juga beretika dan berpihak pada kepentingan nasional.
Arahan Presiden tersebut menjadi panggilan reflektif bagi seluruh perguruan tinggi untuk menyadari both besar tantangan yang dihadapi bangsa sekaligus potensi yang dimilikinya. Penguasaan sains dan teknologi serta kehadiran SDM unggul yang berintegritas, menurut Presiden, adalah kunci utama dalam mewujudkan kemandirian bangsa serta menjawab tantangan global yang semakin kompleks. (**)








