telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Anggaran Terbatas Tak Menyurutkan Semangat BPBD Kaltara Menjalankan Tugasnya

Tanjung Selor, KTV – Ditengah keterbatasan alokasi anggaran APBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara tak menyurutkan semangat untuk mejalankan tugas penanggulangan bencana di berbagai wilayah Kabupaten Kota Se Kalimantan Utara.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Kontruksi BPBD Provinsi Kalimantan Utara, Deny Yusdianto mengatakan, BPBD Kalimantan Utara, kini tetap memaksimalkan keterbatasan anggaran untuk melakukan revitalisasi atau perbaikan wilayah bencana di Kalimantan Utara.

Pola penanganan prioritas bencana menjadi kunci seluruh wilayah terdampak dapat ditangani dengan baik sejauh ini.
Sejumlah daerah yang kini sedang dalam tahap rekontruksi dan pembenahan infrastuktur di antaranya adalah wilayah Kecamatan Krayan, Kecamatan Sembakung dan Kabupaten Malinau.

“Wilayah wilayah ini merupakan wilayah yang terdampak banjir parah hingga nyaris melumpuhkan perekonomian masyarakat”, ujar Deny Yusdianto disela pelaksanaan UKW di gedung BKPSDM Bulungan, Jumat (8/8/2025).

Menurut Deny, penangan bencana bukan hanya tugas BPBD, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder, mulai pemerintah, swasta, pengusaha hingga wartawan, semua terlibat dalam satu misi yang sama yakni melakukan penanganan dan penyelamatan kemanusiaan.

Agar penanganan bencana dapat terlaksana dengan baik, maka melalui komando BPBD membentuk struktur tim kerja antar lembaga dengan klasifikasi tugas seusai dengan kecakapan dan kapasitas.

“Langkah awal yang kita lakukan saat menangani bencana adalah melakukan observasi lokasi, sesuai dengan informasi awal yang diterima, selanjutnya kita susun tim penanganan dalam bentuk kelembagaan, ” Terang Kabid Rehabilitasi dan Konstruksi BPBD Kaltara ini.

Meski demikian Deny mengakui jika berbagai tantangan dan kendala utama di kalangan tetap dijumpai. Salah satu yang diakui ketap terjadi adalah faktor ego kelembagaan yang sulit menyamakan persepsi dalam hal kordinasi. Kedua adalah soal anggaran yang minim serta fasiltas transportasi dan logistik yang terbatas.

“Meski demikian kendala dan tantangan itu kita hadapi sesuai kemampuan kita dilapangan, ” Tutupnya. (M. Sakir, Kaltaratv. ID)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top