telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

120 Bahasa Daerah Akan Direvitalisasi Pada 2025

Depok, KTV – Sebanyak 120 bahasa daerah akan direvitalisasi oleh pemerintah pada 2025. Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya pelestarian bahasa daerah yang telah mencakup 114 bahasa pada tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam acara puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional. Hafidz menyebut bahwa pelestarian bahasa daerah adalah bagian dari upaya mempertahankan kekayaan budaya bangsa.

“Tentu dengan semangat kolaborasi ini akan kita lanjutkan dalam rangka mewujudkan agar bahasa daerah sebagai kekayaan budaya bangsa tetap lestari di negara kita tercinta,” ujar Hafidz di Kompleks PPSDM, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin 26 Mei 2025.

Menurut Hafidz, revitalisasi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Tetapi juga membutuhkan peran aktif dari berbagai pemangku kepentingan.

“Pelestarian bahasa daerah adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, keluarga, pendidik, dan juga siswa serta masyarakat lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada 44 kepala daerah yang dinilai berkontribusi aktif dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Hafidz menyebut para kepala daerah memiliki peran strategis dalam mendukung program ini secara regulatif dan implementatif di wilayah masing-masing.

Hafidz turut mengapresiasi dukungan dari Komisi X DPR RI. Menurutnya keberadaan stakeholders sangat penting dalam pelestarian bahasa daerah.

“Dukungan dari Komisi X DPR melalui Ibu Ketua, Ibu Hetifah, ini menjadi wujud nyata bagaimana semua pihak mendukung pelestarian bahasa daerah,” katanya.

Hafidz pun mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menyuarakan pentingnya pelestarian bahasa daerah. Selain tentunya pengutamaan bahasa Indonesia dan penguasaan bahasa asing.

“Kami mohon dukungannya kepada rekan-rekan media untuk terus menggaungkan pengutamaan bahasa Indonesia dan juga pelestarian bahasa daerah,” ujarnya.

(CEU)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *