Berau, KTV – Banjir besar yang melanda Desa Inaran menyebabkan ketinggian air mencapai antara 70 hingga 150 sentimeter. Jika hujan kembali turun, bukan tidak mungkin ketinggian air akan terus bertambah. Oleh karena itu, pemerintah dan warga diminta untuk tetap waspada guna mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerugian harta benda.
Banjir ini juga menyebabkan terputusnya akses transportasi darat, khususnya pada ruas jalan Kampung Inaran. Jalan-jalan utama tergenang, termasuk area perkebunan warga yang kini terendam air. Akibatnya, aktivitas harian masyarakat terganggu secara signifikan. Kondisi banjir yang terjadi berulang kali ini berdampak besar pada menurunnya pendapatan ekonomi warga.
Selain sulit beraktivitas, masyarakat juga kesulitan mencari nafkah karena jalan yang biasa digunakan kini tidak bisa dilalui. Kebun dan lahan pertanian pun turut terendam, membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga berharap pemerintah segera memberikan bantuan darurat berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya selama kampung mereka masih terendam. Mereka juga menginginkan bantuan logistik, tenda darurat, serta solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah mereka.
Untuk sementara, warga hanya bisa saling membantu melalui gotong royong dengan dukungan dari aparat desa dan relawan. Namun, mereka masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Berau mengenai penanganan banjir di Kampung Inaran.
Masyarakat pun mendesak agar pemerintah Kabupaten Berau segera turun tangan, baik dalam bentuk bantuan jangka pendek maupun penyelesaian jangka panjang agar bencana serupa tidak terus terulang setiap musim hujan.








