Tarakan, KTV – Campuran rasa haru dan sedih tampak jelas di wajah Virsa Alya Nadhita. Seharusnya, sang ayah yang berangkat ke tanah suci tahun ini. Namun, atas keputusan keluarga, putri sulung ini menggantikan almarhum untuk menunaikan ibadah haji setelah keberangkatan yang tertunda selama satu tahun.
Virsa mengaku tidak pernah membayangkan bisa berhaji di usia muda. Ia tak menyangka panggilan suci itu datang tahun ini, meskipun sebagai pengganti ayah yang telah wafat.
Sang ayah sendiri telah mendaftar haji sejak tahun 2012 dengan masa tunggu sekitar 13 tahun. Namun, dua pekan sebelum jadwal keberangkatan haji tahun 2024, sang ayah meninggal dunia, tepatnya pada 28 April 2024. Akibatnya, sang ibu, Hafsah, harus berangkat seorang diri saat itu tanpa ditemani suami.
Sementara itu, Kementerian Agama Kota Tarakan menerima kabar duka pada Selasa, 29 April 2025, mengenai wafatnya salah satu calon jemaah haji bernama Ani Poliyanti binti Amriono, berusia 52 tahun, yang tergabung dalam kloter 5.
Terkait hal ini, Kemenag Tarakan tengah berkoordinasi dengan Kanwil Provinsi untuk menentukan kemungkinan adanya pengganti. Karena sistem pendaftaran menggunakan nomor urut, maka proses penggantian harus dilakukan sesuai prosedur.
Hingga kini, Kemenag Tarakan masih menyelesaikan administrasi untuk memastikan apakah posisi almarhumah bisa digantikan oleh calon jemaah lain atau tidak. Informasi resmi tentang penggantinya belum dapat disampaikan karena sistem masih dalam tahap pemrosesan.








