Tarakan, KTV – Gelombang aksi solidaritas terus berlangsung di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (28/04/2025) . Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap penggunaan senjata mematikan oleh Israel yang telah menyebabkan genosida terhadap rakyat Palestina dalam berbagai serangan brutal. Serangan tersebut tak hanya menggunakan senjata biasa, namun juga senjata kimia, disertai dengan pengusiran paksa warga Palestina dari tempat tinggal mereka. Israel mengerahkan kekuatan militernya secara masif dan tanpa pandang bulu, menyebabkan puluhan ribu warga sipil Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, kehilangan nyawa.
Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Menyikapi hal tersebut, puluhan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Tarakan Bela Palestina turun ke jalan, menyuarakan kecaman keras sebagai bentuk solidaritas dan dukungan bagi Palestina.
Dalam aksinya, massa melakukan long march dari depan Bandara Juwata Tarakan, membawa berbagai atribut dukungan, termasuk membentangkan bendera Palestina sepanjang 100 meter. Mereka juga membawa spanduk-spanduk berisi seruan “Bela Palestina” serta ajakan memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel.
Sejumlah tokoh agama ikut ambil bagian dalam aksi ini, di antaranya K.H. Zainuddin Dalila, Syamsi Sarman, dan Salafa Hepa, serta organisasi-organisasi Islam lainnya. Ketua Front Persaudaraan Islam (FPI) Tarakan, Ahmad Irwan, menyatakan ada dua poin penting dari aksi ini: mengajak umat Islam untuk memboikot produk-produk Israel dan menyerukan dukungan atas kemerdekaan Palestina.
Aksi ini juga dirangkai dengan penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu rakyat Palestina.
Sementara itu, tokoh agama sekaligus Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara, H. Salafa Hepa, menyatakan dukungannya terhadap aksi ini. Menurutnya, tindakan Israel terhadap warga Palestina sangat tidak manusiawi dan pantas mendapat kecaman. Aksi di Tarakan ini menjadi bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap kondisi tragis yang dialami masyarakat Gaza saat ini.








