Tarakan, KTV – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Cabang Tarakan menjadi tuan rumah pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Sekolah Rakyat Kementerian Sosial (Kemensos).
Kemensos sendiri membuka total kuota atau alokasi PPPK Sekolah Rakyat tahun 2026 sebanyak 8.180 formasi. Rinciannya jabatan fungsional guru sebanyak 3.053 formasi dan tenaga kependidikan (Tendik) mencapai 5.127 formasi.
Ratusan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) maupun dari luar mengikuti Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) dengan total ada 485 peserta yang terjadwal mengikuti ujian selama 7 hari. di Tarakan sejak Jumat (18/7/2026) dan akan berakhir pada Jumat pekan ini (24/7/2026).
Koordinator Seleksi PPPK UPT BKN Cabang Tarakan, Fatimah, menjelaskan formasi yang dibuka cukup beragam. Mulai dari tenaga kependidikan, wali asuh asrama hingga guru. Semua nantinya akan ditempatkan di Sekolah Rakyat, termasuk yang ada di Tarakan yang berlokasi di Kelurahan Juwata Laut, Tarakan.
“Untuk seleksi kali ini jabatannya tenaga pendidikan. Ada wali asuh untuk asrama, ada guru, kemudian ada kepala sekolah. Nah, untuk yang tes di sini itu ada 485 peserta, dilaksanakan dari tanggal 18 Juli sampai tanggal 24. Ini seleksi P3K untuk Sekolah Rakyat, Kementerian Sosial,” ujar Fatimah, Rabu (22/7/2026).
Peserta yang mengikuti ujian tidak hanya dari Kota Tarakan. Fatimah menyebut peserta datang dari hampir seluruh kabupaten/kota di wilayah Kaltara.
“Pesertanya hampir merata sih kita dari provinsi, kemudian dari kabupaten yang ada di wilayah kita. Ada Malinau, Tana Tidung, Nunukan, Bulungan, KTT, dari Tarakan juga seperti itu. Karena ada formasinya di tempat kita, ada sekolahnya yang ada nanti di Juwata,” beber Fatimah.
Selain peserta dari Kaltara, ada juga dari luar daerah yang memilih lokasi tes di Tarakan karena lebih dekat. Sebaliknya, ada juga peserta asal Kaltara yang memilih tes di luar daerah. Namun untuk jumlah pastinya, UPT BKN Cabang Tarakan hanya memfasilitasi peserta yang memilih tes di sini.
Secara teknis, ujian dilaksanakan tiga sesi setiap hari. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 – 10.10 Wita. Sesi kedua pukul 11.00 – 13.10 Wita. Dan sesi ketiga pukul 14.00 – 16.10 Wita. Setiap sesi berkapasitas 25 peserta dengan durasi pengerjaan soal 130 menit.
Kelebihan sistem CAT yang digunakan adalah hasil SKD bisa langsung diketahui peserta setelah ujian selesai. Baik melalui website BKN maupun layar monitor yang sudah disiapkan UPT BKN Tarakan di lokasi ujian.
“Untuk sesinya setiap hari ada tiga sesi. Setiap sesi diisi oleh 25 peserta kalau hadir semua. Langsung, jadi nanti nilainya ada di depan tadi, bisa dilihat oleh peserta masing-masing setelah selesai ujian. Keluarga di rumah juga bisa langsung melihat sesuai sesinya nanti,” ungkap Fatimah.
Ada pun tingkat kehadiran, menurut Fatimah, Selama 5 hari berjalan, angka kehadiran peserta cukup tinggi, mencapai 90 persen. Rata-rata setiap sesi hadir 23 orang dari 25 peserta yang dijadwalkan.
“Selama ini sudah berjalan 5 hari. Sejauh ini ketidakhadiran peserta itu masih 1 atau 2, 3 orang yang tidak hadir di setiap sesi. Jadi untuk kapasitas setiap sesi diisi oleh 25 peserta, sejauh ini kehadiran 23, itu sudah maksimal,” ungkap Fatimah. (Rajab)








