telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Marini Dukung Sanksi Untuk Bezzecchi Dan Tegaskan Penolakan Terhadap Kekerasan

Jakarta, KTV – Marco Bezzecchi dijatuhi hukuman larangan tampil di MotoGP Ceko 2026. Sahabat dekatnya, Luca Marini, mengaku setuju dengan keputusan steward yang menghukum rider Aprilia tersebut.

Bezzecchi menjadi sorotan setelah terlibat insiden dengan seorang marshal usai mengalami kecelakaan pada Sprint Race di Sirkuit Brno, Sabtu (20/6).

Tindakan Bezzecchi tersebut mengakibatkan pemuncak klasemen MotoGP 2026 itu dilarang mengikuti balapan utama pada Minggu.

Marini termasuk orang yang mengenal Bezzecchi paling dekat di paddock MotoGP. Keduanya pernah menjadi rekan setim di VR46 saat masih membalap di Moto2 dan sama-sama tumbuh di VR46 Riders Academy milik Valentino Rossi.

Tapi rider Honda HRC itu menilai hukuman yang dijatuhkan kepada Bezzecchi bisa dipahami. “Saya setuju,” kata Marini ketika ditanya soal hukuman yang diterima Bezzecchi, seperti dilansir Crash.net.

Menurut Marini, adrenalin dan emosi yang memuncak setelah kecelakaan memang bisa membuat seorang pebalap bereaksi di luar kendali. Namun hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan tersebut.

“Memang benar saat itu pebalap memiliki adrenalin yang sangat tinggi. Saya rasa dia memahami kesalahannya. Dia sudah menjelaskan, meminta maaf, dan semua orang melihat sikapnya hari ini,” ujar Marini.

Meski menganggap insiden itu tidak berlebihan, Marini menegaskan bahwa dunia balap harus memiliki sikap yang jelas terhadap segala bentuk kekerasan. “Kita harus selalu menentang kekerasan. Mungkin ini bukan sesuatu yang luar biasa besar, tetapi tetap saja perilaku seperti itu tidak bisa diterima dalam olahraga apa pun,” tuturnya.

Hukuman Jadi Pelajaran
Marini memahami jika banyak pihak menganggap hukuman yang diterima Bezzecchi terlalu berat. Namun menurutnya, steward punya alasan kuat karena kasus seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di MotoGP.

“Dulu mungkin pernah ada dorongan atau teriakan kepada marshal. Tapi kejadian seperti ini belum pernah terjadi. Jadi saya bisa memahami kenapa steward mengambil keputusan tersebut,” katanya.

Marini juga menilai status Bezzecchi sebagai pemuncak klasemen MotoGP membuat kasus ini mendapat sorotan jauh lebih besar. Di sisi lain, Marini yakin Bezzecchi sudah menyadari kesalahannya dan menerima konsekuensi yang diberikan.

“Saya rasa semua orang bisa memahami keputusan steward. Dan saya yakin Bez juga memahami kesalahannya,” ucap Marini.

Contoh untuk Pebalap Muda
Lebih jauh, Marini menilai hukuman tersebut bisa menjadi preseden penting bagi para pebalap muda, terutama di Moto3. Menurutnya, tindakan tegas dari steward sering kali efektif memperbaiki perilaku pebalap di lintasan.

“Saya rasa semua pebalap di paddock melihat hukuman ini dan langsung paham pesannya,” kata Marini.

Ia kemudian mencontohkan kebijakan steward yang memperketat hukuman bagi pebalap Moto3 yang sengaja melambat di racing line atau menyebabkan insiden berbahaya.

“Di Moto3, hukuman yang lebih tegas terhadap perilaku berbahaya terbukti membuat sikap para pebalap muda jauh lebih baik. Jadi saya pikir keputusan ini juga bisa memberi pelajaran yang sama,” ujar adik tiri Valentino Rossi tersebut.

(krs/rin)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top