Malinau, KTV – Pemerintah Kabupaten Malinau mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Gerakan Lansia Peduli Diabetes, Cegah Komplikasi Sejak Dini yang digelar oleh Program Profesi Ners Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda di Desa Pelita Kanaan, Kecamatan Malinau Kota, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Malinau, Yuli Triana, S.Sos., M.Si., bersama para dosen pembimbing, mahasiswa profesi ners, serta masyarakat lanjut usia yang menjadi sasaran edukasi kesehatan.
Dalam sambutannya, Yuli Triana menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa profesi ners yang telah melaksanakan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari proses pendidikan profesi.
Ia menegaskan, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan saat menempuh pendidikan, tetapi harus terus diterapkan dalam dunia kerja sebagai tenaga kesehatan.
“Pengabdian itu harus dilakukan dengan ketulusan hati. Ilmu, pengetahuan dan keterampilan memang penting, tetapi pelayanan kesehatan juga harus disertai kepedulian dan semangat melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebutkan, diabetes dan hipertensi saat ini menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka kasus cukup tinggi di Kabupaten Malinau berdasarkan data BPJS Kesehatan. Karena itu, edukasi pencegahan dan pengendalian penyakit menjadi sangat penting dilakukan secara berkelanjutan.
“Diabetes itu bisa dicegah dan bagi yang sudah menderita juga bisa dikendalikan. Peran perawat sangat penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat agar gula darah tetap terkendali,” katanya.
Yuli juga mengajak para lansia untuk rutin memanfaatkan layanan Posyandu Lansia guna memantau kondisi kesehatan sejak dini.
“Kalau kita rutin memeriksa kesehatan, kita bisa lebih cepat mengetahui kondisi tubuh dan segera melakukan pencegahan maupun pengobatan,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Yuli turut menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Malinau yang selama ini memberikan dukungan melalui program beasiswa bagi tenaga kesehatan, termasuk perawat dan bidan, untuk melanjutkan pendidikan profesi.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Dosen Pembimbing Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda, Ns. Marina Kristy Layun, M.Kep., mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut telah berlangsung selama tiga minggu melalui pelayanan di puskesmas maupun kunjungan rumah kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program institusi pendidikan kesehatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari mahasiswa sekaligus mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pelita Kanaan dan masyarakat yang telah menerima serta mendukung kegiatan mahasiswa selama berada di lapangan.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat, khususnya para lansia, semakin memahami pentingnya pencegahan dan pengendalian diabetes agar tetap sehat dan produktif di usia lanjut. (**)








