Tarakan, KTV – Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan global dan pembangunan daerah.
Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Bimbingan Karier Pra Wisuda Mahasiswa dalam rangkaian Wisuda ke-42 Universitas Borneo Tarakan Tahun 2026, yang digelar di Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat UBT, Rabu (8/4/2026).
Mengusung tema “SDM Berkualitas sebagai Pilar Utama Kemajuan Daerah: Menyongsong Indonesia Emas”, Wempi mengajak para mahasiswa untuk tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Dalam penyampaiannya, ia turut membagikan perjalanan hidupnya, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga akhirnya mampu menempuh pendidikan dan berkarier di pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkembang, selama memiliki tekad dan kemauan untuk terus belajar.
“Jangan pernah merasa rendah atau tidak mampu. Kita semua punya potensi dan kesempatan untuk berhasil,” ujarnya di hadapan para mahasiswa.
Wempi juga menyoroti tantangan terbesar lulusan saat ini, yakni kesenjangan antara teori dan praktik di dunia kerja. Menurutnya, pengalaman lapangan seperti magang menjadi sangat penting agar lulusan siap bersaing.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi di tengah persaingan global yang semakin ketat. Ia menyebut, ke depan persaingan tidak hanya terjadi antar daerah, tetapi juga antar negara.
Dalam kesempatan tersebut, Wempi turut memaparkan berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Malinau, salah satunya program Desa Sarjana yang telah memberikan beasiswa kepada ribuan putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
“Jangan sampai masyarakat kita hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Mereka harus menjadi pelaku utama pembangunan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Malinau memiliki potensi besar, termasuk sebagai wilayah terluas di Kalimantan Utara dengan kekayaan sumber daya alam dan posisi strategis di kawasan perbatasan.
Menutup pemaparannya, Wempi berharap para wisudawan dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kunci ke depan adalah kualitas SDM. Kalau kita siap, maka peluang sebesar apa pun bisa kita manfaatkan,” pungkasnya. (**)








