“Secara prinsip sudah ada dukungan dari Bupati Malinau. Tinggal menunggu SK sebagai bentuk kesiapan menjadi tuan rumah,” ujarnya saat ditemui usai memimpin rapat finalis MTQ ke- 22 tingkat Kabupaten Malinau pada Rabu (8/4/2026).
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Kamran mengakui adanya tantangan dalam penyelenggaraan kegiatan. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen melaksanakan MTQ secara penuh dengan 22 cabang lomba, tanpa pengurangan.
Hal ini berbeda dengan sejumlah daerah lain yang pada tahun sebelumnya hanya melaksanakan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dengan jumlah cabang lebih sedikit.
“Kita tetap laksanakan MTQ, bukan hanya seleksi. Walaupun ada efisiensi, kualitas dan jumlah cabang tetap kita pertahankan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan MTQ tahun sebelumnya bahkan mendapat apresiasi tinggi dari pihak provinsi karena dinilai memiliki kualitas setara dengan tingkat provinsi.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, LPTQ Malinau optimistis pelaksanaan MTQ dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi syiar Islam di daerah. (**)








