telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Bupati Bulungan Gelar Diskusi Dengan NGO, Perkuat Kolaborasi Pembangunan Hijau Berkelanjutan

Bulungan, KTV – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., menggelar diskusi bersama sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) di Selerata pada Kamis (12/2).

Pertemuan itu membahas berbagai isu strategis daerah, mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bulungan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Syarwani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya diskusi yang dinilai produktif dan konstruktif dalam merumuskan arah kebijakan daerah ke depan.

“Saya selaku Kepala Daerah sangat berterima kasih atas diskusi hari ini. Prinsipnya, kita siap bersinergi dan berkolaborasi dengan teman-teman semua, agar rumusan kebijakan yang kita hasilkan benar-benar sesuai dengan harapan publik dan masyarakat Bulungan,” ujar Bupati.

Diskusi turut menyoroti berbagai persoalan aktual di Bulungan yang memerlukan mitigasi bersama, termasuk isu sampah plastik dan pengelolaan lingkungan. Bupati menegaskan pentingnya penyusunan roadmap serta desain kebijakan yang implementatif di tingkat daerah.

“Kita butuh desain kebijakan yang jelas pada tataran pelaksanaan. Masukan, pendampingan, serta kolaborasi dari teman-teman NGO sangat kita harapkan agar pembangunan hijau di Bulungan dapat diimplementasikan secara nyata dan berdampak langsung secara ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dalam kerangka Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah Kabupaten Bulungan mendorong agar pembangunan kawasan industri tetap bertumbuh dan berkembang, namun tetap mengedepankan konsep hijau yang berkelanjutan.

“Ke depan, pembangunan kawasan industri harus memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan hijau. Ini yang sedang kita rumuskan bersama,” jelas Bupati.

Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi model yang diterapkan tidak hanya di kawasan KIHI, tetapi juga di wilayah lain yang memiliki potensi industri, termasuk daerah rencana pembangunan PLTA.

Selain itu, Pemkab Bulungan juga terus memperkuat program Integrated Area Development (IAD), termasuk yang dilaksanakan di Desa Long Buang sebagai kawasan cepat tumbuh terintegrasi. Program ini melibatkan 10 kecamatan, termasuk Kecamatan Peso, dengan mendorong partisipasi aktif generasi muda.

“Minimal satu desa di setiap kecamatan mengutus tiga anak muda untuk terlibat dalam program ini. Ini bagian dari 15 program prioritas daerah, sekaligus langkah penguatan kapasitas masyarakat,” terang Bupati.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, NGO seperti Indep dan Bulupena, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan pembangunan di Kabupaten Bulungan dapat berjalan secara berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (**)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *