Sembakung, KTV — Kondisi banjir yang sebelumnya melanda Kecamatan Sembakung di Kabupaten Nunukan kini dilaporkan telah surut secara keseluruhan. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Bidang Penanggulangan Bencana, Hasanuddin, A.Md.Kep, dalam laporan perkembangan situasi banjir pada Kamis (15/1/2026).
Menurut Hasanuddin, permukaan air di wilayah terdampak, khususnya di Desa Atap, telah turun di bawah garis normal sehingga tidak lagi menggenangi permukiman.
Dengan surutnya banjir, pelaksanaan distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan tanpa hambatan. Hasanuddin menjelaskan bahwa PMI Kabupaten Nunukan telah menyelesaikan penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di lima desa di Kecamatan Sembakung, serta enam desa di Kecamatan Sembakung Atulai. Penyaluran ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan warga yang telah diidentifikasi melalui pendataan tim PMI di lapangan.
Meskipun genangan air telah hilang, PMI Kabupaten Nunukan tetap melakukan pemantauan secara berkala atas kondisi di wilayah terdampak. Hasanuddin menambahkan bahwa upaya monitoring akan terus dilakukan sampai masa tanggap darurat banjir resmi berakhir pada 21 Januari 2026, sebagai bagian dari komitmen mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat.
Dengan berakhirnya banjir dan tersalurkannya bantuan kemanusiaan, diharapkan masyarakat di Kecamatan Sembakung dapat segera kembali melanjutkan aktivitas normal dan proses pemulihan lingkungan berjalan secara bertahap. (**)








