Malinau, KTV – Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting dengan menerapkan pendekatan berbasis data by name by address, yakni pendataan yang dilakukan secara rinci berdasarkan nama dan alamat setiap sasaran.
Hal tersebut disampaikan Sekda Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., usai memimpin pertemuan pemaparan hasil pemetaan masalah stunting di Ruang Intulun, Rabu (22/7/2026).
Menurut Sekda Ernes, melalui pendataan yang lebih detail, pemerintah tidak hanya mengetahui siapa anak yang mengalami stunting, tetapi juga memahami kondisi keluarga secara menyeluruh. Data yang dikumpulkan meliputi pekerjaan dan tingkat pendidikan orang tua, latar belakang suku, hingga pola perilaku hidup sehat.
“Melalui data mendalam dari Bappeda dan Dinas Kesehatan, kita bisa melihat intervensi spesifik apa yang harus dikerjakan di setiap wilayah. Penanganan di satu desa tentu membutuhkan pendekatan berbeda sesuai faktor pendorongnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan budaya, kebiasaan, hingga tingkat pendidikan masyarakat menjadi faktor yang memengaruhi pola asuh, pola makan, dan pemahaman tentang pentingnya gizi bagi anak.
Karena itu, penanganan stunting tidak hanya dilakukan saat anak telah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi dimulai sejak sebelum pernikahan.
Edukasi kepada calon pasangan mengenai kesehatan, kesiapan ekonomi, serta pentingnya pemenuhan gizi menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah desa untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya mencegah stunting sejak dini.
Sebagai bentuk dukungan di tingkat paling dekat dengan masyarakat, Pemkab Malinau juga mengarahkan agar sedikitnya 10 persen anggaran Rukun Tetangga (RT) dialokasikan untuk mendukung program percepatan penanganan stunting.
Anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional Posyandu, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membawa balita ke Posyandu, serta memperkuat deteksi dini melalui pemantauan rutin tumbuh kembang anak.
Sekda berharap, melalui pemanfaatan data yang lebih akurat, dukungan seluruh elemen masyarakat, serta penguatan peran RT, upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Malinau dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (**)








