telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Usai Hadiri HUT Ke-46 Dekranas, Dekranasda Malinau Siap Tingkatkan Pembinaan UMKM

Makassar, KTV – Ketua Dekranasda Malinau, Ny. Maylenty Wempi, menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” itu dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Acara dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Ananda Gibran, yang mengajak seluruh jajaran Dekranas dan Dekranasda untuk semakin serius mendampingi para pelaku UMKM dan perajin agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Ia menilai tantangan industri kerajinan saat ini semakin kompleks, mulai dari persaingan pasar yang semakin terbuka, perkembangan teknologi yang cepat, hingga perubahan selera konsumen.

Karena itu, produk kerajinan harus memiliki kualitas yang baik, desain dan kemasan yang menarik, kapasitas produksi yang memadai, serta tetap mengangkat nilai budaya dan ramah lingkungan.

Ny. Selvi juga meminta seluruh Dekranasda di daerah tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi berperan sebagai pendamping, pembina, dan fasilitator bagi para perajin. Pendampingan tersebut mencakup akses pelatihan, digitalisasi, desain produk, pemasaran, permodalan, hingga peluang ekspor.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Dekranasda Malinau, Ny. Maylenty Wempi, mengatakan kehadirannya dalam peringatan HUT Dekranas menjadi kesempatan untuk menyerap berbagai pengalaman dan strategi dalam mengembangkan UMKM daerah.

Menurutnya, pesan utama yang disampaikan Ketua Umum Dekranas adalah pentingnya kolaborasi, pelatihan, pembinaan, serta tindak lanjut yang berkesinambungan agar UMKM benar-benar mengalami peningkatan kapasitas dan kesejahteraan.

“Kami berharap para perajin dan pelaku UMKM di Kabupaten Malinau terus berinovasi dan berkarya dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap desa maupun kecamatan. Produk yang dihasilkan harus terus berkembang, tetap menjaga kualitas, serta memanfaatkan digitalisasi untuk mempromosikan produk lokal agar semakin dikenal luas,” ujar Maylenty.

Ia optimistis, dengan inovasi yang terus dilakukan dan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, produk-produk kerajinan khas Malinau akan semakin mampu bersaing dan menjadi kebanggaan daerah, bahkan menembus pasar yang lebih luas. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top