telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Bunda Literasi Dan Perannya Sebagai Penggerak Budaya Baca

Bulungan, KTV – Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si mengukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Bulungan di Gedung TP PKK Lantai 2 di Jl Kolonel Soetadji, Tanjung Selor pada Selasa (9/6).

Bupati menjelaskan, bagi umat Islam, budaya baca sudah diamanatkan dalam ayat pertama Al Quran yang berisi perintah pertama Iqro atau Bacalah.

“Kita yang beragama Islam perintah ayat pertama itu disuruh baca. Dan hari ini mungkin dengan bahasa yang lain, bahasa modern yang disebut dengan literasi,” ujar Bupati. Dilanjutkan, pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM. Khususnya generasi muda sebagai generasi penerus di Bulungan. Bupati pun menyampaikan terima kasih kepada segenap Bunda Literasi Kecamatan yang merupakan isteri Camat yang juga merangkap sebagai Ketua TP PKK Kecamatan serta Bunda PAUD Kecamatan.

“Membaca adalah pintu awal kita untuk bisa paham dan bisa tahu tentang sesuatu. Lebih banyak hal yang harus kita baca,” imbuhnya. Ditegaskan, Bunda Literasi Kecamatan berperan penting sebagai penggerak budaya baca di tingkat keluarga dan masyarakat. Sehingga tidak hanya melalui kegiatan formal maupun penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

“Mudah-mudahan Ibu-ibu PKK yang ada di tingkat desa  juga bisa kita jadikan agen di desanya untuk mengkampanyekan kegiatan literasi di tingkat desa,” pesan Bupati. Ditambahkan, budaya literasi juga bisa digabungkan dengan program lain. Seperti di Desa Long Buang, Kecamatan Peso, di mana Pemkab menyiapkan kawasan pertanian terintegrasi dengan perikanan seluas 50 hektare untuk pengembangan kawasan cepat tumbuh, dan telah menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor.

“Ada satu bangunan besar yang kita bangun di sana secara sederhana yang menjadi titik kumpul dan menjadi ruang pembelajaran bersama yaitu sebagai Tani Nelayan Center. Saya sudah perintahkan DKIP untuk menyiapkan koneksi internet Starlink, karena untuk bisa mengakses ke kampusnya IPB, sehingga ada pembelajaran secara online yang bisa dilaksanakan bagi generasi muda anak-anak kita di sana,” papar Bupati. Model pembelajaran tematik tersebut menurut Bupati dapat diterapkan sesuai dengan potensi-potensi yang dimiliki masing-masing kecamatan. Sekaligus mendukung berbagai upaya membangun budaya literasi. Antara lain perpustakaan keliling, perpustakaan digital, sudut baca melalui komputer berbasis komunitas dan sebagainya.(**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top