telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Di Hadapan Mahasiswa Unhas, Bupati Malinau Paparkan Peluang Dan Tantangan Sarjana Hukum Di Pemerintahan Dan Politik

Makassar, KTV – Bupati Malinau Wempi W Mawa , S.E., M.H., menjadi salah satu narasumber dalam kuliah umum bertajuk “Peluang dan Tantangan Sarjana Hukum di Bidang Pemerintahan dan Politik” yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, pada Jumat (22/5/2026).

Dalam pemaparannya, Wempi menekankan bahwa sarjana hukum memiliki peran strategis dalam menjaga arah pemerintahan dan kehidupan politik agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan kepentingan masyarakat.

Ia menyampaikan, di era modern saat ini hukum tidak hanya hadir dalam bentuk aturan tertulis, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, sarjana hukum dituntut tidak hanya memahami pasal-pasal, namun juga memiliki tanggung jawab moral dalam menerapkan hukum secara adil.

“Hukum harus menjadi jembatan antara norma-norma tertulis dengan realitas kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sarjana hukum memiliki peluang besar untuk berkarier di berbagai bidang pemerintahan, seperti penyusunan regulasi dan kebijakan, aparatur sipil negara (ASN), hingga penegak hukum.

Sementara di bidang politik, peluang terbuka melalui partai politik, DPRD, konsultan publik, tenaga ahli, hingga mediator.

Wempi juga menilai keberadaan sarjana hukum sangat penting sebagai penjaga moral kekuasaan dan penguat kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Ketika hukum ditegakkan secara adil dan konsisten, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tumbuh,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang harus dihadapi sarjana hukum saat ini, mulai dari persaingan yang semakin ketat, perubahan regulasi yang cepat, tantangan integritas, perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), hingga tekanan publik dan media sosial.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Wempi mendorong para mahasiswa agar terus belajar, meningkatkan kemampuan public speaking, memperluas jaringan, serta menjaga profesionalisme dalam bekerja.

Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar sarjana hukum bukan hanya memahami aturan, tetapi juga menjaga integritas, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

“Kita membutuhkan sarjana hukum yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” tutupnya. (Penyunting/sa)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top