telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

IPL Perkuat Ekosistem Tenis Meja Demi Prestasi Internasional

Jakarta, KTV – Indonesia Pingpong League (IPL) menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem tenis meja guna bersaing di ajang internasional. Secara bertahap hasil mulai terlihat.

IPL berupaya menghidupkan kembali kejayaan tenis meja Indonesia di kancah dunia, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. IPL ingin mencetak prestasi via kompetisi yang sesuai standar global.

Harapan tersebut mulai terwujud dengan berbagai capaian atlet nasional. Muhammad Naufal Junindra di kategori U-19 contohnya, meraih gelar juara WTT Youth Contender di Dubai pada Oktober 2025.

Naufal juga memenangkan medali perunggu SEA Games 2025, serta lolos ke Babak 16 Besar WTT Youth Smash Singapura pada Februari 2026. Ia mencapai semifinal di Turki serta perempat final kejuaraan Tunisia awal 2026.

Talenta muda Michael Hartono di level U-15 berhasil masuk perempat final WTT Youth Star Contender Turki. Ia juga tembus Babak 16 Besar WTT Youth Smash Singapura 2026.

“Hasil ini bukan kebetulan, melainkan hasil sistem kompetisi berjenjang yang kami bangun. Mulai dari turnamen zona hingga pengiriman atlet ke ajang dunia,” ujar Sekretaris Jenderal IPL, Yon Mardiono dalam konferensi pers di Onic Pingpong Sports Club, Simprug, Jakarta, Senin (9/3/2026).

“Kami ingin memastikan atlet Indonesia punya poin dan peringkat dunia yang kompetitif,” tambahnya.

IPL Youth Series digelar rutin sebagai barometer kemajuan tenis meja nasional. Antusiasme ajang ini naik dengan peserta mencapai 139 klub pada season 2 (2025), dari 116 klub di musim pertama.

Peningkatan peserta jadi sinyal positif perluasan pencarian bakat di tujuh zona yaitu Sumatra, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi.

“Langkah ini bertujuan hapus paradigma lama. Lewat basis data ini, seleksi atlet lebih transparan dan objektif. Setiap atlet dari klub mana pun punya peluang sama membela negara berdasarkan performa terukur,” tutur Yon.

Komite Olimpiade (NOC) Indonesia menilai prestasi atlet muda tak lepas dari komitmen kompetisi IPL. Pembinaan IPL membuktikan langkahnya sudah tepat.

“Dengan prestasi Naufal dan Michael, itu buat saya yakin kami tak salah langkah. Kesempatan via sistem ini tunjukkan potensi hasilkan pemain terbaik, apalagi berprestasi internasional,” tutur Sekjen NOC Indonesia Wijaya Noeradi.

“Saya lihat perjuangan IPL beserta atletnya mulai berbuah. Bahkan kita raup medali SEA Games, yang lama tak diraih tenis meja,” ucapnya.

“Kami yakin dengan dukungan semua pihak, IPL terus maju dan lahirkan prestasi lebih tinggi bagi tenis meja Indonesia ke depan,” katanya lagi.

(mro/raw)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *