telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Hendra Basir Bantah Tuduhan Melakukan Pelecehan Seksual

Jakarta, KTV – Hendra Basir kecewa dengan tuduhan dugaan pelecehan seksual kepadanya. Kepala pelatih panjat tebing Indonesia yang sudah dinonaktifkan itu juga membantahnya.

Nama Hendra mendadak ramai dibicarakan setelah muncul Surat Keputusan Penetapan yang dikeluarkan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas FPTI atas nama dirinya.

Dalam SK tersebut dijelaskan penonaktifkan tak lepas adanya aduan dari 8 (delapan) orang atlet panjat tebing, Pelatnas FPTI, yang didampingi oleh psikolog Pelatnas FPTI, kepada Ketua Umum Yenny Wahid mengenai dugaan adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Pelatnas FPTI.

Hendra saat dimintai klarifikasinya membantah telah melakukan hal yang dituduhkan. Menurutnya selama ia melatih panjat tebing sejak tahun 2012, pola latihan yang dilakukan selalu sama yakni tegas.

“Sejak dulu saya memang galak dalam menjalani latihan tapi itu dalam konteks membentuk mental atlet. Tapi kalau untuk yang sifatnya seperti yang dituduhkan itu tidak benar,” kata Hendra kepada detikSport, Rabu (25/2/2026).

“Sementara soal hal-hal sensitif seperti pelecehan seksual, seperti katakan lah meraba-raba, itu sama sekali tidak pernah terpikirkan soal itu. Saya memang pernah memeluk dan mencium kening atau ubun-ubun atlet tapi itu terjadi saat mereka menangis ketika latihan atau pertandingan yang tidak sesuai harapan,” ujarnya.

“Tapi untuk melakukan hal-hal pelecehan tidak pernah sama sekali terpikirkan oleh saya. Apa yang saya lakukan murni seperti kebiasaan saya kepada anak saya ketika akan berangkat sekolah,” Hendra menambahkan.

“Tapi jika memeluk dan mencium kening dinilai sebagai tindakan pelecehan, ya saya menerima itu.”

Sehubungan dengan status penonaktifannya, Hendra juga menerima apa yang menjadi keputusan dari federasi. Tapi ia kecewa karena sampai saat ini, ia tak sekalipun diminta klarifikasinya.

“Belum ada. Sejak saya menerima surat sampai sekarang saya tidak dimintai klarifikasi. Jadi saya memutuskan untuk diam dan tidak jemput bola ke federasi karena toh beritanya sudah kemana-mana,” tuturnya.

Hendra mengambil hikmah dari kejadian yang menimpanya saat ini. Penonaktifannya membuat dirinya jadi lebih banyak waktu dengan keluarga dan anak, dari yang biasanya bisa dihitung hari.

“Apalagi di bulan Ramadan ini, mungkin ini cara Tuhan untuk menaikkan level saya,” tegas pelatih yang mengantarkan Veddriq Leonardo meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 ini.

Sementara itu, Anggota Tim Investigasi FPTI, Robertus Robet, mengatakan proses investigasi masih berjalan. Ia juga menekankan soal concern pihaknya adalah atlet, sehingga belum meminta keterangan kepada pelatih kepala panjat tebing non aktif Hendra Basir.

“Saya kira untuk mendapatkan fakta yang utuh ya semua harus kita tanya. Tapi dalam kasus seperti ini, dugaan dalam kasus-kasu pelecehan seksual keberpihakan kita, concern kita, tentu adalah pada korban dan atlet. Jadi prioritas kami adalah melindungi martabat dan kemaslahatan atlet-atlet kita,” kata Robertus saat dikonfirmasi terpisah, kemarin.

“Jadi semua proses sedang berjalan. Sejauh ini yang baru kami dengarkan dari atlet dulu. Kami telusuri dari aduan atlet dulu,” ujarnya.

(mcy/aff)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *