Jakarta, KTV – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penambahan keterampilan baru pada peserta didik. Hal itu sebagai bagian dari penerapan sistem pendidikan yang adaptif untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Tenaga kerja yang mampu menjawab pesatnya perkembangan industri saat ini sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi pertumbuhan. Dibutuhkan sistem pendidikan adaptif yang menghasilkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan mampu menjawab tantangan tersebut,” kata Rerie, sapaan karib Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan 59 persen pekerja di dunia membutuhkan keterampilan baru agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Perubahan teknologi dan ekonomi global membuat kebutuhan industri ikut bergeser.
Rerie menyebut sejumlah tantangan tersebut harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan. Hal itu agar SDM yang ada memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha.
Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berpendapat pergeseran kebutuhan industri saat ini menyebabkan sejumlah sektor baru tumbuh. Seperti ekonomi digital dan kreatif, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga ekonomi berkelanjutan.
Dia menekankan kemampuan peserta didik di sejumlah sektor baru itu harus mampu ditanamkan pada institusi pendidikan dalam menyikapi pergeseran kebutuhan tenaga kerja di sektor industri itu. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah serta masyarakat mampu bersama-sama merealisasikan sistem pendidikan adaptif yang mampu menjawab tantangan kebutuhan industri di tanah air demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik di masa depan.
(REN).








