Nunukan, KTV – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Bappeda Litbang Kabupaten Nunukan gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kewilayahan tingkat Pulau Sebatik di Kecamatan Sebatik Utara, dipusatkan di Hasanah Cafe, Kamis (29/1/2026).
Agenda strategis ini jadi wadah krusial susun peta jalan pembangunan perbatasan tahun anggaran depan.
Acara dihadiri Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos., didampingi Plt. Sekretaris Daerah, para Asisten, serta jajaran Kepala OPD Pengampu. Hadir juga semua Camat se-Pulau Sebatik, Kepala Desa, tokoh masyarakat, dan stakeholder wilayah perbatasan.
Tahun ini, Musrenbang usung tema spesifik dan ambisius: “Pemerataan Infrastruktur Layanan Dasar dan Infrastruktur Ekonomi untuk Menunjang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif.”
Dalam sambutan, Wakil Bupati sampaikan bahwa 2027 jadi tantangan sekaligus peluang besar, khusus Pulau Sebatik sebagai daerah perbatasan berhadapan Malaysia. Posisi strategis harus dimanfaatkan optimal karena di sini Indonesia berbatas langsung dengan Malaysia dan kedaulatan negara hadir nyata lewat kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan Pulau Sebatik bukan hanya urusan daerah tapi juga martabat bangsa NKRI di perbatasan.
“Kepada seluruh perangkat daerah agar hasil Musrenbang disusun prioritas berbasis kebutuhan primer masyarakat serta selaras sasaran dan indikator kinerja pembangunan daerah, mari fokus program yang benar-benar sentuh masyarakat bukan sekadar proyek besar tapi kurang berdampak,” ujar Hermanus.
Partisipasi aktif Kepala OPD Pengampu tuju usulan desa dan kecamatan langsung dikaji teknis. Banyak skeptis anggap Musrenbang ritual tahunan padahal di sinilah momentum krusial. Musrenbang Kewilayahan ruang suara nelayan Sebatik Timur bertemu usulan petani Sebatik Barat, diramu camat, dan diperjuangkan tingkat kabupaten serta provinsi. (**)








