“All England adalah turnamen yang unik, atmosfernya sangat berbeda dan semua punya kesempatan yang sama untuk mendapat hasil terbaik. Jadi mudah-mudahan mereka bisa mengambil momentum ini,” kata Nitya dalam keterangannya melalui PBSI, Senin (10/3/2025).
All England menjadi turnamen level 1000 kedua pada triwulan ini. Pada ajang yang digelar mulai 11 hingga 16 Maret 2025 tersebut, Merah Putih berstatus juara bertahan di nomor tunggal putra dan ganda putra.
Tercatat, Indonesia mengirim dua pasangan ganda putri di turnamen bulutangkis tertua di dunia ini, yaitu pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi.
Latihan pertama di Birmingham, Inggris, yang menjadi venue All England 2025, sudah dijalani meskipun masih bersifat pengembalian kondisi karena Febriana/Amalia baru tiba di Inggris sedangkan Apri/Fadia juga baru tampil di Orleans Masters 2025.
Tim bulutangkis Indonesia masih akan menjalani dua kali latihan pada hari ini di practice court pada sore hari waktu Inggris dan menjajal arena pertandingan pada malam harinya.
All England 2025 merupakan turnamen level BWF Super 1000 yang digelar di Utilita Arena, Birmingham, serta menawarkan total hadiah sebesar 1.450.000 dolar Amerika Serikat.
(mcy/krs)








