Nunukan, KTV – Ketua Komisi I, II, dan III DPRD Kabupaten Nunukan beserta Sekretaris Komisi II melakukan monitoring di Pulau Sebatik, termasuk kunjungan ke Rumah Sakit Pratama Sebatik, pada Senin (02/02/2026).
Kunjungan ini menunjukkan komitmen DPRD Kabupaten Nunukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat wilayah perbatasan.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan, Dr. Andi Muliyono, menyatakan keprihatinannya setelah melihat kondisi ruang operasi di Rumah Sakit Pratama Sebatik. Ia menilai ukuran ruang operasi yang kecil dan sempit memerlukan perhatian serius ke depan. “Kami prihatin dengan kondisi ruang operasi sekarang. Kami harap ke depan bisa ditingkatkan agar pelayanan kesehatan lebih maksimal dan pasien serta tenaga medis lebih nyaman,” katanya.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, SH, menyoroti perlunya penguatan layanan radiologi dan sarana pendukung rumah sakit. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. “Untuk radiologi, kami harap pegawai tetapnya segera didefinitifkan agar layanan optimal. Kami juga mendorong penambahan ruangan dan armada mobil operasional. Kondisi mobil saat ini sudah memprihatinkan, sehingga perlu penambahan dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Ramsah, menjelaskan bahwa monitoring bertujuan melihat langsung kekurangan di RS Pratama Sebatik. “Kami periksa ruangan apa saja yang kurang, termasuk pelayanan kesehatannya, agar bisa ditingkatkan menuju tipe D. Termasuk alat kesehatan untuk memudahkan masyarakat, khususnya ibu hamil dan pasien operasi,” ungkapnya.
Ramsah berharap kunjungan dan monitoring DPRD mendorong pemerintah daerah mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RS Pratama Sebatik. “Semoga melalui kunjungan ini, ke depan lebih baik, baik pelayanan kesehatan maupun aspek pendukungnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Ryan Antoni, menilai kondisi bangunan dan fasilitas Rumah Sakit Pratama Sebatik secara umum sudah cukup baik. Namun, ia mengakui kendala utama di layanan radiologi. “Bangunan dan fasilitasnya terlihat baik. Kendala utamanya radiologi, bukan soal penanggung jawabnya, tapi karena butuh dokter spesialis radiologi yang belum ada,” jelasnya.
Ryan Antoni menegaskan pemerintah daerah harus berupaya keras menghadirkan SDM yang qualified, meski tidak mudah. “Ini pekerjaan berat, tapi wajib diupayakan,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya monitoring seperti ini dilakukan secara intensif oleh DPRD Kabupaten Nunukan sebagai fungsi legislatif. “Kegiatan seperti ini harus rutin dilakukan. DPRD harus benar-benar wakili kabupaten, bukan hanya dapilnya. Komisi sebagai alat kelengkapan DPRD sangat penting,” tutupnya, sambil berharap semua komisi terus aktif. (**)








