Jakarta, KTV – Pagelaran busana JF3 hari ketiga, peserta dan Alumni Program PINTU Incubator berkolaborasi dengan student Ecole Duperré. Salah satunya Rizkya Batik, alumni PINTU 2022, membawakan tema MIMO.
MIMO terinspirasi dari kekuatan dan kelembutan perempuan. Ini menggabungkan keindahan batik tradisional dengan potongan modern yang fungsional dan elegan. Tema ini menjadi refleksi dari keinginan perempuan untuk tetap tampil stylish tanpa mengesampingkan peran penting mereka.
Designer and Marketing Communications Rizkya Batik Widya Chandra mengatakan pada koleksi ini menggunakan bahan batik tulis hasil pengrajin batik solo yang berkualitas tinggi dengan sentuhan warna indigo alam dan hijau kuning yang menenangkan. Selain itu, serta ada fitur ibu menyusui (busui) friendly seperti bukaan tersembunyi.
“Ada enam koleksi, MIMO (Panggilan seorang ibu dari anak tercinta). Motif batik yang ipakai komtemporer pengembangan dari motif dasar buketan,” ungkap Widya.
Batik tulis hasil kolaborasi Rizkya Batik dengan pengrajin dari Solo, Jawa Tengah menggunakan bahan katun.
Rizkya Batik berdiri sejak tahun 2010. Berawal dari minimnya brand batik dengan kualitas bagus dan model fashion yang terkini di Solo.
Tak hanya perihal fashion yang ditampilkan soal mengedepankan perempuan, saat ini 90 persen tenaga kerja batik Rizkya adalah para wanita.
Rizkya batik bekerja sama dengan ibu rumah tangga dan penyandang disabilitas di sekitar wilayah Solo membantu menghasilkan produk. Rizkya Batik memastikan para penyandang disabilitas ini bekerja dengan produktivitas yang sama dengan pekerja normal.
“Kami percaya, bahwa bekerja sama akan membuat merek berjalan lebih cepat dan bertahan lebih lama. Bahan yang kami gunakanan dalam produksi adalah hasil kerja sama antara Rizkya Batik dengan pergrajin Indonesia,” pungkas Widya.
(TIN)








